WARTAEVENT.COM, Kab. Trenggalek – Media sosial menjadi salah satu yang digunakan berbagai kalangan. Berbagai informasi bisa dengan mudah didapat melalui media sosial.Hanya dalam hitungan detik, berita apa pun tersebar dan diakses oleh sesama pengguna internet melalui media sosial.
Meningkatnya penggunaan media sosial yang tidak diimbangi dengan literasi digital membuat berita palsu alias hoaks kian masif beredar. Beredasarkan data Masyarakat Anti Fitnah dan Hoaks (Mafindo), dalam tiga bulan pertama di 2019 saja sudah ditemukan 320 konten hoaks, di mana mayoritasnya bertema politik.
Menurut Trigus D. Susilo, pemilik situs mastrigus.com, hoaks merupakan kepalsuan yang sengaja dibuat untuk menyaru sebagai kebenaran. “Kepalsuan tersebut umumnya menggunakan data, foto dan kutipan orang, sehingga dianggap orang yang membacanya sebagai sebuah kebenaran,” kata Trigus, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (4/8/2021).
Ia mengatakan, berita hoaks biasanya diciptakan oleh orang pintar tapi jahat, dan disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh. “Alasan mereka meneruskan berita hoaks karena berita tersebut didapatkan dari orang yang dipercaya, mengira bermanfaat, mengira benar, dan ingin dianggap jadi yang pertama tahu,” ujarnya. Lanjutnya, berita hoaks sebetulnya bisa dikenali lewat konten yang ditampilkan.
Agar tidak menjadi korban pembuat berita hoaks, berikut ini ciri-ciri hoaks yang bisa dikenali:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (4/8/2021) juga menghadirkan pembicara Iwan Kenrianto (Founder YukBisnisKost), Shinta Putri (Key Opinion Leader), Novianto Puji Raharjo (Ketua Relawan TIK Jawa Timur & Dekan Fakultas Dakwah IAI Dalwa), dan Ricco Antonius (Founder Patris Official Store).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno bertemu dengan wakil dari Pegiat Diplomasi Kopi, Dewan Kopi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Seiring berkembangnya isu tersebut, kebutuhan akan ruang aman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pengalaman berkunjung ke pusat perabot rumah kini tak lagi hanya soal berbelanja. Bagi banyak orang, menikmati hidangan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju penciptaan pengalaman yang… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENT.com – Pembangunan sektor pariwisata dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada infrastruktur menuju model yang menempatkan masyarakat… Read More
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Menjawab tren tersebut, MORAZEN… Read More
Leave a Comment