WARTAEVENT.com – Jakarta. Terkait insiden kebakaran dalam pengiriman kargo smartphone Vivo di Bandara Hongkong pada tanggal 11 April 2021, sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia melakukan larangan pengiriman atas smartphone tersebut.
Beberapa maskapai penerbangan Indonesia seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Kargo, dan Batik Air pun merilis edaran tentang larangan menghentikan sementara waktu layanan pengangkutan kargo udara untuk jenis smartphone Vivo semua tipe.
Baca Juga : Garuda Indonesia Pastikan Layanan Operasional Tetap Berjalan Normal
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melalui surat edaran “Cargo Information Notice” dengan subject; Pelarangan Pengiriman Cargo Mobile Phone (HP) Vivo Semua Tipe menjelaskan, pelarangan pengiriman handphone merek tersebut melalui kargo udara parallel menunggu hasil proses investigasi oleh otoritas bandara Hongkong (HKCAD) dengan ketentuan sebagai berikut;
Irfan Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. pun membenarkan pelarangan tersebut. [*]
MAKASSAR, WARTAEVENT.com — Extrajoss Ultimate kembali memperluas pendekatan lifestyle marketing dengan menghadirkan “Extrajoss Ultimate Takeover Makassar” di kawasan Jalan Jend.… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren personal color analysis semakin mendapat tempat di kalangan urban, terutama generasi muda yang menjadikan warna sebagai… Read More
SURABAYA, WARTAEVENT.com – Kota Surabaya kembali dipilih sebagai kota pembuka rangkaian roadshow nasional Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Pameran kopi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Archipelago Hotels memperluas ekspansi bisnisnya di Sumatra dengan membuka fave+ hotel Lampung, pertengahan Mei 2026. Kehadiran hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri automated retail di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan agresif seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kepraktisan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren makanan cepat saji dengan harga terjangkau semakin menjadi perhatian di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat urban.… Read More
Leave a Comment