Travel

Desa Adalah Panggung Utama Pariwisata Karanganyar

Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang lahirnya rantai ekonomi baru di tingkat desa. Wisatawan tidak hanya membeli tiket masuk destinasi, tetapi juga menginap di homestay, menikmati kuliner lokal, menggunakan jasa pemandu, membeli kerajinan, hingga membawa pulang produk pertanian sebagai oleh-oleh.

Karena itu, indikator keberhasilan pengembangan wisata dinilai tidak cukup hanya berdasarkan jumlah kunjungan. Lama tinggal wisatawan (length of stay), tingkat kunjungan ulang (repeat visitor), dan besarnya belanja wisatawan di masyarakat menjadi ukuran yang lebih relevan dalam menciptakan dampak ekonomi.

Baca Juga : Malioboro Hidupkan Kembali Ruang Budaya Lewat O, Nol Koma #1

Karanganyar juga dinilai berpeluang mengembangkan jaringan desa wisata dengan karakter yang berbeda, mulai dari desa kopi, desa teh, desa hortikultura, desa budaya, desa sejarah, hingga desa wisata edukasi. Diferensiasi tersebut diyakini mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus mendorong kunjungan berulang.

Di sisi lain, sektor pertanian dan UMKM dipandang dapat menjadi bagian integral dari produk wisata. Aktivitas petani, proses pengolahan hasil kebun, hingga cerita di balik produk lokal dinilai mampu meningkatkan nilai tambah dibandingkan sekadar menjual komoditas.

Pengembangan homestay berbasis masyarakat dan kampung tematik juga menjadi strategi untuk memperkuat identitas desa sekaligus memperluas distribusi manfaat ekonomi kepada warga.

Selain kekayaan alam, Karanganyar memiliki modal budaya dan sejarah yang dapat memperkuat daya saing destinasi. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, UMKM, komunitas budaya, akademisi, media, dan generasi muda menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

Baca Juga : Songgoriti Ridge Run Perkuat Posisi Batu Sebagai Destinasi Sport Tourism

Melalui pendekatan tersebut, pembangunan pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Penulis : Bimo Aji Sudarsono, S.Ip. I Penggiat Pariwisata Kabupaten Karanganyar | Humas Kampoeng Banana Krezzz
  • Editor : Fatkhurrohim
  • Photo : Disparpora Kab. Karanganyar

Page: 1 2

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

The Grill House Tawarkan Grilled BBQ Platter di De’Attic Rooftop

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Jumat malam menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas. De’Attic Rooftop di ARTOTEL Living… Read More

3 days ago

Goresan Kuas SBY Art Community Hadirkan Diplomasi Perdamaian di Ruang Publik

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Seni lukis kembali mengambil peran sebagai medium dialog lintas budaya. SBY Art Community (SAC) menghadirkan pameran Art… Read More

3 days ago

The Late Shift Sajian Makan Malam yang Terinspirasi dari Budaya Midnight Diner

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Menikmati malam di tengah atmosfer seni dan budaya Jakarta kini mendapat pilihan baru melalui The Late Shift… Read More

4 days ago

Independence Run 2026 Ajak Warga Jakarta Hidup Lebih Sehat

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Novotel Jakarta Cikini berkolaborasi dengan Ocean Mattress & Sleep Solution menggelar… Read More

4 days ago

Karnaval 32 Kendaraan Hias Meriahkan Malam Merdeka Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi ruang perayaan kebersamaan masyarakat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan… Read More

5 days ago

1.500 Drone Warnai Malam Merdeka di Langit Jakarta

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Langit Jakarta menjadi ruang pertunjukan teknologi dan kreativitas saat 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi di kawasan Bundaran… Read More

5 days ago