YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta akan kembali menjadi ruang ekspresi seni melalui gelaran O, – Nol Koma #1 bertajuk Ruang Awal, Ruang Bersama pada (10/6/2026).
Event yang digagas Malioboro Classical Jogja ini mengusung semangat menghidupkan kembali Malioboro sebagai ruang budaya yang terbuka bagi lintas generasi.
Baca Juga : ‘Malioboro Coffee Night’ Sebuah Terobosan Menjadi ‘Hub’ Kopi Internasional
Selama ini Malioboro dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang publik yang melahirkan banyak seniman, penyair, musisi, pelukis, hingga budayawan. Dari kawasan inilah berbagai gagasan kreatif dan jejaring seni berkembang selama puluhan tahun.
Penyelenggara menilai warisan tersebut perlu terus dirawat, terutama setelah Jalan Malioboro menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2023. Nilai kawasan ini dinilai tidak hanya terletak pada aspek sejarah dan arsitektur, tetapi juga tradisi dialog, perjumpaan, dan proses kreatif yang tumbuh di dalamnya.

Melalui O, – Nol Koma #1, publik akan disuguhkan pertunjukan musik dari sejumlah musisi, di antaranya Sirkus Barock, Akrosh, Alceena Inside, Beauty Disaster, Diar Sahudi & Friends, Jagger, Frida, Lia Yures, Aan Stones, Partikelir, Tjongpick, hingga Kelompok Penyanyi Jalanan Malioboro (KPJM).
Agenda tersebut juga menghadirkan pembacaan puisi dan sastra yang melibatkan sejumlah penyair serta pelaku seni, disertai pameran seni rupa hasil kolaborasi berbagai komunitas kreatif di Yogyakarta.
Baca Juga : Coffee Bar & Eatery M5258: Tempat Hangout Kekinian di Kawasan Malioboro
Salah satu agenda utama dalam pembukaan acara adalah peresmian simbolik Monumen Umbu Landu Paranggi oleh Wali Kota Yogyakarta. Tokoh yang dikenal sebagai “Presiden Malioboro” itu menjadi figur pertama dalam program memorial budaya yang akan mendokumentasikan kontribusi tokoh-tokoh seni dan budaya Yogyakarta melalui monumen fisik yang dilengkapi arsip digital berbasis kode QR.
Nama O, – Nol Koma dipilih untuk merepresentasikan gagasan bahwa setiap perjalanan besar selalu berawal dari langkah kecil. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap Malioboro kembali menjadi ruang dialog, apresiasi, dan regenerasi yang memperkuat ekosistem seni budaya di Yogyakarta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










