News

Diskusi Meriah Tentang Diplomasi Kebudayaan oleh Kemlu RI, ICWA dan FPCI Chapter Unpad

Bagaimana posisi Indonesia dalam diplomasi budaya di Global South?

Posisi Indonesia bukan pengikut, tapi jembatan. Jika Barat menjual nilai demokrasi liberal, Indonesia menjual nilai Global South: anti-kolonialisme, pluralisme, dan gotong royong. Di era sekarang, posisi Indonesia adalah raksasa ekonomi baru, jembatan dan pemimpin Global South, serta jangkar stabilitas Asia Tenggara.

Strateginya ada tiga. Pertama, nostalgia strategis menghidupkan Semangat Bandung 1955. Agenda konkretnya mengusulkan Jalan Asia Afrika Bandung jadi Warisan Dunia UNESCO dan rencana Konferensi Asia Afrika II tentang AI, ketahanan pangan, dan reformasi PBB.

Kedua, menjadi bridge builder antara Utara dan Selatan. Budaya dipakai sebagai bahasa netral lewat forum seperti CHANDI 2025 di Bali dan IPACS 2025 di Kupang bertema “The Sea Between Us, The Culture Within Us” yang mengundang negara Pasifik Selatan dan Afrika.

Ketiga, diplomasi budaya yang ditukar dengan kepentingan ekonomi. Indonesia menawarkan beasiswa dan pelatihan vokasi ke Afrika dan Pasifik, imbalannya dukungan suara di UNESCO. Buktinya, Juni 2026 Indonesia meraih 113 suara di UNESCO untuk masuk Komite Warisan Budaya Takbenda, suara tertinggi sejak 2018.

Usaha Restitusi Benda Budaya

Prinsip restitusi bukan sekadar mengembalikan barang, tapi pemulihan memori kolektif, martabat, dan identitas. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan repatriasi penting untuk melengkapi narasi sejarah. Bahkan Menteri Belanda Eppo Bruins mengakui barang curian tidak seharusnya disimpan di Belanda.

Hingga akhir 2024, sebanyak 828 objek warisan budaya telah dipulangkan, termasuk Koleksi Pita Maha, Harta Karun Lombok, dan 68 objek dari Museum Rotterdam. Gelombang I (2023) meliputi Koleksi Lombok yang dirampas 1894, Koleksi Pita Maha Bali, dan manuskrip Negarakertagama. Gelombang II (Oktober 2024) sebanyak 288 objek, termasuk empat arca Hindu-Buddha (Bhairava, Nandi, Ganesha, Brahma) dan 284 benda dari Koleksi Puputan Badung 1906.

Ketua ICWA, Dubes Busyra Al Basnur tengah menguraikan tentang “People at
the heart of diplomacy”: langkah menuju pemain global.

Gelombang III (2025-2026) sedang berjalan. Setelah pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Willem-Alexander Oktober 2025, Belanda sepakat mengembalikan 30.000 artefak. Tahun 2026 ditargetkan 300 item pertama berupa pedang kerajaan, kain batik abad 17, topeng wayang Majapahit, dan peta VOC Batavia.

Wakil Ketua ICWA Dubes Bagas Hapsoro mengapresiasi makna dan tema FPCI, “People at the Heart of Diplomacy”. Diplomasi modern bukan lagi state-to-state, tapi people-to-people. Negara kuat bukan karena senjatanya, tapi karena ”ceritanya” didengar dan dipercaya orang. Budaya adalah superpower Indonesia. Ketika mengajak diplomat asing ”ngopi”, nonton wayang, atau mendengar gamelan, itu bukan sekedar ”hospitality”, tapi diplomasi budaya untuk membangun kepercayaan.

Para mahasiswa FPCI, pengurus ICWA, pejabat Diplik dan satuan kerja Kemlu terkait sepakat diskusi tentang diplomasi kebudayaan tersebut sangat penting dan perlu ditindaklajuti mengingat berbagai program edukatif yang mendorong peningkatan pemahaman publik terhadap isu internasional.

Diakhir pertemuan pada umumnya para delegasi FPCI Chapter Unpad menyampaikan penghargaan dan sepakat bahwa Kemlu RI menjadi pilihan utama dalam program ini karena menurut mereka Kemlu RI mampu memperkaya wawasan-wawasan mahasiswa melalui pematerian topik yang relevan dan melalui sharing session mengenai karir di Kemlu yang menjadi ketertarikan anggota FPCI Unpad.

Menutup pertemuan Plt Dir Diplik Jonerin Alimni menyatakan siap untuk berdiskusi dan bertukar pikiran lagi dan menghargai tekad FPCI sebagai komunitas penggemar untuk memperdalam kebijakan luar negeri dan diplomasi. Pertemuan penuh kekeluargaan itu dilanjutkan dengan sesi penutupan, foto bersama, penyerahan apresiasi. Kunjungan diakhiri dengan Sesi Office Tour dipandu oleh Ditjen Protokol dan Konsuler Kemlu RI.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian  sudah install aplikasi WhatsApp ya.

  • Penulis : Cynthia L. Ramadani
  • Editor : Fatkhurrohim

Page: 1 2 3

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

IAS Support Dorong Literasi Anak Lewat IASS Inspiring Day

TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More

1 week ago

Jelang Rakernas, Ketua PP KAUMY Matangkan Persiapan dan Perluas Sinergi Lintas Lembaga

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More

1 week ago

Janévalla Bandung Tawarkan Pengalaman Menginap Lewat 24 Jam

BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More

1 week ago

Hari Batik Nasional Dirayakan Lewat Workshop Kreatif di Cikini

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More

1 week ago

Immanence Hadirkan Refleksi Ekologi Yahya Rifandaru di Cibubur

CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More

1 week ago

772 Buyer Bertemu 112 Seller Hadir di TTC Travel Mart Jakarta, Makassar Menggoda Pasar Luar Negeri

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional  TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More

1 week ago