Diskusi Meriah Tentang Diplomasi Kebudayaan oleh Kemlu RI, ICWA dan FPCI Chapter Unpad

Dari Kanan ke Kiri: Anastasia Aletta Gunawan (Ketua FPCI Chapter Unpad), Yoshua (mahasiswa Unpad), Dubes Busyra Al Basnur (Ketua ICWA), Dubes Bagas Hapsoro (Wakil Ketua) ICWA), Joneri Alimin (Plt Dir Diplik), dan Felix Alexander Huang (FPCI Chapter Unpad).

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Sebanyak 45 mahasiswa yang tergabung dalam Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Chapter Universitas Padjadjaran (Unpad) mengadakan kunjungan ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan pendalaman materi diplomasi langsung dari pelaku diplomasi, serta menggali peluang karir di Kemlu. Rombongan dipimpin Ketua FPCI Chapter Unpad Anastasia Aletta Gunawan.

Read More

Dengan tema “People at the Heart of Diplomacy: Exploring Public and Cultural Engagement in Global Affairs,” para mahasiswa berinteraksi langsung dengan Plt Direktur Diplomasi Publik (Diplik) Kemlu, Joneri Alimin, serta sejumlah mantan Dubes yang tergabung dalam Indonesian Council on World Affairs (ICWA), yakni Dubes Al Busyra Basnur sebagai Ketua ICWA dan Dubes Bagas Hapsoro selaku Wakil Ketua ICWA.

Baca Juga :  ‘Tulisan Para Diplomat Wajib Dibaca Pemerhati Polugri’, Komentar Tantowi Yahya

Diplomasi Kebudayaan adalah ”Nation Branding”

Dalam sambutannya, Plt Direktur Diplik Joneri Alimin menegaskan bahwa tujuan Diplomasi Publik Indonesia adalah mencari teman di kalangan masyarakat negara lain untuk membangun hubungan baik. Ini adalah sebuah ”nation branding”.

“Di tingkat nasional membumikan politik luar negeri ke publik dalam negeri, sedangkan di tataran internasional menggaungkan narasi positif aset Indonesia untuk memperkuat citra,” ujar Joneri.

Plt. Direktur Diplomasi Publik Kemlu, Joneri Alimin (tengah) menjelaskan mengenai diplomasi kebudayaan yang menjadi topik pembahasan.

Rombongan FPCI Chapter Unpad di depan Gedung Pancasila, Kemlu RI

Lebih lanjut dijelaskan bahwa prioritas diplomasi Indonesia saat ini meliputi diplomasi ketahanan nasional, diplomasi ekonomi Pancasila, peningkatan pengaruh global dan kawasan, perlindungan WNI dan peran diaspora, serta optimalisasi diplomatic tools.

Aktor diplomasi publik tidak hanya pemerintah, melainkan konsep Indonesia Incorporated yang meliputi diaspora, individu, media, pemuda, komunitas, pemerintah pusat, Pemda, BUMN, dan akademisi.

“Oleh karena itu peran pemuda dalam diplomasi sangat besar. Mahasiswa bukan hanya objek sosialisasi polugri, melainkan subjek dan mitra strategis,” tegas Joneri. Peran pemuda adalah menjadi duta citra Indonesia, membangun persahabatan antar bangsa, menjadi agen informasi dan diplomasi digital, memberikan gagasan bagi kebijakan luar negeri, dan menjadi penggerak solusi tantangan global.

Baca Juga :  Bincang Santai Tentang Hubungan India – Indonesia di Kediaman Wakil Dubes India

Berikutnya Ketua ICWA Dubes Al Busyra Basnur menambahkan, keunggulan pemuda adalah ”melek” teknologi digital, mudah komunikasi lintas negara, memiliki jaringan global, mudah beradaptasi, dan punya perspektif baru. Oleh karena itu program diplomasi pemuda meliputi student exchange, youth forum, volunteer programs, kompetisi internasional, pertukaran kebudayaan, proyek sosial, kerja sama akademis, kewirausahaan, dan penulisan.

Tanya Jawab: 4 Isu Utama Diplomasi Budaya

Dalam sesi diskusi interaktif, peserta seperti Naura Khalila (Lula) dan Felix Alexander Huang dan beberapa mahasiswa FPCI lainnya mengajukan empat pertanyaan kunci yang dijawab bergiliran oleh Joneri Alimin, Al Busyra Basnur, dan Bagas Hapsoro.

Bagaimana Kemlu melakukan diplomasi budaya dan apa agenda prioritasnya?

Dijelaskan bahwa Kemlu tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan Kementerian Kebudayaan dengan formula khas Diplomasi Publik “Dua Plus Satu”.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *