Dubes Hamzah Thayeb: Ajaran dan warisan dari Menlu RI Pertama Ahmad Subardjo harus diketahui dan dipahami oleh generasi muda
Menurut Dubes Hamzah Thayeb Menlu Ahmad Subardjo adalah salah seorang perintis kemerdekaan yang pengabdiannya terus berlanjut menjadi Menteri Luar Negeri.
”Beliau membangun diplomasi Indonesia, menjalankan tugas kenegaraan dan diplomatik, mengembangkan pendidikan diplomasi serta membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada generasi berikutnya,” ujar Dubes Hamzah Thayeb yang pernah menjabat sebagai Dubes di Inggris dan Australia ini.
”Ajaran dan warisan dari Menlu RI pertama ini harus diketahui dan dipahami oleh para diplomat dan generasi muda Indonesia”, kata Dubes Hamzah.
Ide mengenai Museum Diplomasi RI
Dalam sesi tanya jawab Dubes Nazaruddin Nasution menyarankan agar pemerintah mendirikan Musium Diplomasi RI. Ide ini menarik mengingat usulan ini setidaknya ada empat 4 poin utama:
Pertama, untuk melestarikan sejarah dan warisan Diplomasi Indonesia agar jejak para peletak dasar diplomasi seperti Mr. Ahmad Subardjo, H. Agus Salim, dan tokoh-tokoh lainnya tidak hilang. dokumen, naskah perundingan, foto, sampai mesin tik pertama Kemlu di Cikini bisa diselamatkan dan dipamerkan. Menjadi Sumber Edukasi & Literasi Diplomasi Khususnya untuk generasi muda, mahasiswa, dan calon diplomat
Kedua, lewat museum, mereka bisa belajar bahwa diplomasi itu bukan cuma soal perundingan. Tapi juga perjuangan, strategi, dan “perang urat syaraf” mempertahankan kedaulatan.
Ketiga, mirip tujuan peluncuran buku ”Kesadaran Nasional” tadi. Memperkuat Diplomasi Publik & Nation Branding Museum bisa jadi destinasi wisata sejarah sekaligus alat diplomasi. Tamu negara, duta besar, dan masyarakat dunia bisa lihat langsung bagaimana Indonesia berjuang sampai mendapat pengakuan, memperjuangkan Irian Barat, sampai konsepsi negara kepulauan, dll.
Baca Juga : Dubes Phil Nathan Taula: Indonesia Adalah Mitra Penting di Kawasan Pasifik
Keempat, menumbuhkan kebanggaan & DNA diplomat sebagaimana disampaikan Dirjen IDP Heru Subolo: “Ahmad Subardjo adalah bagian dari DNA diplomasi Indonesia”. Museum jadi tempat menanamkan nilai: cinta tanah air, integritas, dan pengabdian. Agar diplomat hari ini dan nanti ingat dari mana mereka berasal. Singkatnya: Museum Diplomasi RI tujuannya = mengenang masa lalu, mendidik masa kini, dan menginspirasi masa depan diplomasi Indonesia. Hal demikian juga akan membuat dunia lebih paham mengenai perjuangan diplomasi Indonesia.
Hadir dalam acara peluncuran buku ini putri kelima Ahmad Subardjo, Dewi Setiyobudiarti, serta Meutia Farida Hatta Swasono selaku Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. (*)
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Memasuki penyelenggaraan ke-11, The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 yang mengangkat tema “Sound to the Soul” mempertemukan… Read More
Leave a Comment