WARTAEVENT.com – Jakarta. Ekonomi Digital Indonesia oleh Google dan Temasek diproyeksikan pada tahun 2025 mendatang akan bernilai US$124 Miliar, untuk itu Kementerian Pariwisata dan Eknomi Kreatif (Kemenparekraf) menggenjot kembali program BEKUP di 5 kota besar di Indonesia.
Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf) resmi hari ini Sabtu (24/03/2021) membuka program Baparekraf for Startup atau (BEKUP) sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19, mendukung pertumbuhan startup Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga : Transformasi Digital dan Culture Mengantarkan BRI Raih 7 Penghargaan dalam Sepekan
BEKUP merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Kemenparekraf sejak 2016 dan pada 2021, rencananya akan digelar di 5 Kota yakni, Jakarta, Malang, Manado, Pekanbaru, dan Yogyakarta.
Kali ini, Kemenparekraf menggandeng Coworking Indonesia untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan dengan “BEKUP Academy & Mentor Training Program”.
Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjelaskan, Kemenparekraf membuka peluang selebar-lebarnya bagi para pelaku startup di Indonesia untuk belajar dan mengembangkan usahanya melalui inovasi digital.
Baca Juga : Hadir, E-commerce Syariah Untuk Membangkitkan Ekonomi Umat di Era Digital
Dengan demikian dapat bersama-sama mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air. “Pertumbuhan startup digital di Indonesia terus bergerak pesat dan menjadi salah satu motor penggerak perputaran roda ekonomi nasional saat pandemi,” katanya.
Terbesar di Asia Tenggara
Google dan Temasek memproyeksikan ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai pasar yang meningkat tiga kali lipat dari 40 miliar dolar AS pada 2019 menjadi 124 miliar dolar AS pada 2025.
Sementara itu, Cento Ventures menyebutkan bahwa investasi modal startup Indonesia selama semester pertama 2020 merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.
Tercatat, bagian modal (share of capital) yang diinvestasikan mencapai 74 persen, posisi selanjutnya Singapura dengan 12 persen. Thailand dan Vietnam masing-masing 5 persen, Malaysia sebesar 3 persen, dan Filipina 2 persen.
BEKUP Academy Program adalah kegiatan inkubasi untuk pengembangan startup digital. Program ini terbagi dalam tiga tingkatan yaitu Create, Accelerate, & Scale-Up.
Baca Juga : Tanda Tangan Digital dari PrivyID Terintegrasi dengan 6 Bank Besar
Adapun BEKUP Mentor Training Program ditujukan bagi Startup Enthusiast, Startup Founders, Practitioner, & Experts untuk mengembangkan skill agar dapat menjadi mentor-mentor andalan bagi pengembangan startup.
Sementara itu, Presiden Coworking Indonesia, Faye Alund menambahkan, Coworking Indonesia yang sejak 4 tahun berdiri telah berpengalaman membimbing komunitas bisnis dan startup di Indonesia.
Baca Juga : Kemenparekraf Dorong Penggunaan Alat Pembayaran Digital di Pariwisata Bali
Pihaknya telah menyaksikan sendiri bagaimana para pelaku startup tanah air terus striving dan thriving meski di tengah krisis. [*]
- Penulis : Wahyuningsih
- Editor : Fatkhurrohim
- Photo : Birkom Kemenparekraf