WARTAEVENT.com – Jawa Barat. Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan Workshop Literasi Digital, Selasa, 6 Juni 2023, di Jawa Barat.
Tema yang diangkat adalah “Beretika di Ruang Digital: Jaga Jempolmu di Media Sosial” dengan menghadirkan narasumber Chief Operating Regional East Java of Asia Council for Small Business Eko Pamuji; Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Rahmadillah; dan dosen senior Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL Universitas Gadjah Mada Bevaola Kusumasari.
Baca Juga : Agar Bisnis Kalian Sukses, UMKM Wajib Bertransformasi Digital
Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 disebutkan bahwa Indonesia masih berada dalam kategori “sedang” dengan angka 3,49 dari skala 5.
Dalam merespons hal tersebut, Kemenkominfo menyelenggarakan “Workshop Literasi Digital” dengan materi yang didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.
Baca Juga : Jangan Hanya Judul, Kenali Isi Berita agar Tak Termakan Hoaks
Dalam paparannya, Al Akbar Rahmadillah menyampaikan bahwa saat ini ruang publik bertransformasi menjadi ruang digital. Hal itu seiring pesatnya kemajuan teknologi digital dan makin banyaknya pengguna internet di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 77,02 % dari total populasi Indonesia.
Artinya, ada sekitar 210 juta orang Indonesia yang sudah bisa mengakses dan memanfaatkan internet. Oleh karena itu, imbuh Al Akbar, dibutuhkan tata krama atau etika berinternet yang dikenal sebagai netiket (network etiquette), yaitu tata krama dalam menggunakan internet.
Baca Juga : Waspadai Penipuan di Whatsapp, Berikut Cara Mengatasinya
Hal paling mendasar dari netiket adalah setiap pengguna internet harus selalu menyadari bahwa berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya.
“Beberapa etika berinternet antara lain, tidak menggunakan huruf besar atau kapital, menuliskan sumber kutipan, memperlakukan e-mail sebagai pesan pribadi, menjaga privasi orang lain, dan menggunakan kata atau kalimat yang sopan,” ujar Al Akbar.
Page: 1 2
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak selalu harus mengikuti ritme perjalanan yang serba cepat. Janévalla Bandung menawarkan pendekatan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Merayakan batik tidak selalu harus melalui busana. Di Novotel Jakarta Cikini, peringatan Hari Batik Nasional tahun ini… Read More
CIBUBUR, WARTAEVENT.com — Seni kontemporer kembali hadir di ruang publik Cibubur melalui Immanence, pameran tunggal seniman Yahya Rifandaru di ARTOTEL… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Bursa pariwisata internasional TTC Travel Mart yang diselenggarakan oleh TTC Indonesia tahun ini kembali diselenggarakan. Kota Jakarta,… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Batik tidak lagi terbatas pada busana formal. Di Sentul City, warisan budaya Indonesia tersebut hadir dalam aktivitas… Read More
SENTUL, WARTAEVENT.com — Pengenalan batik kepada generasi muda tidak selalu harus berlangsung dalam ruang belajar formal. The Alana Hotel Sentul… Read More
Leave a Comment