Dalam menanggapi komentar para hadirin, Susanna Patton menyatakan bahwa capaian penting (significant takeaways) yang diperoleh Indonesia merupakan hasil tertinggi dalam comprehensive power sejak 2018 dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN dan berbagai fora multilateral.
Kekuatan lainnya adalah memiliki potensi besar dalam sumber daya alam/energi dan dengan jumlah penduduk yang besar. Namun demikian yang perlu segera dibenahi adalah adanya penurunan dalam ketahanan ekonomi dan lingkungan hidup. Salah satu prestasi Indonesia adalah membawa semua negara Asia Tenggara menjadi anggota ASEAN termasuk Timor Leste.
Baca Juga : Kisah 17 Diplomat Berkiprah di Mancanegara
Indeks peringkat ini memberikan perhatian pada riset tentang hubungan diplomatik, hubungan perdagangan regional, dan jaringan pertahanan yang membentuk lanskap geopolitik. Penilaian tersebut meluas ke kekuatan militer yang terkait dengan peperangan darat, laut, dan udara, yang memproyeksikan pandangan terperinci tentang pencegahan nuklir dan sumber daya demografi.
Asia Power Index, yang dikurasi oleh para ahli di Lowy Institute, secara holistik mengevaluasi dinamika yang menentukan distribusi kekuatan di kawasan tersebut, yang mencerminkan analisis komprehensif yang mencakup serangkaian indikator dan sub-ukuran penting.
Sebagai latar belakang dapat disampaikan bahwa setiap tahun, Lowy Institute, organisasi nirlaba dan wadah pemikir non-pemerintah Australia, menerbitkan API ini memberi peringkat pada 27 negara dan wilayah dalam hal kapasitas mereka untuk membentuk lingkungan eksternal mereka—cakupannya mencapai wilayah barat hingga Pakistan, wilayah utara hingga Rusia, dan Pasifik seperti Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.
Bila dikaitkan dengan visi kabinet Prabowo, maka kajian ini dapat memberikan dorongan kuat kepada kinerja diplomasi di bawah pimpinan Presiden Prabowo. Setidaknya API berfungsi sebagai cermin yang merefleksikan posisi Indonesia di kancah global.
Baca Juga : Acara Bedah Buku dan Seminar Nasional ASEAN Berlangsung Sukses di Universitas Hazairin Bengkulu
Dengan memahami peringkat kita dan memproses data yang kita miliki secara efektif, Indonesia dapat menyusun kebijakan yang meningkatkan pengaruhnya dan menjamin masa depan yang sejahtera bagi bangsa kita. Sebagaimana ditekankan Kepala BKSLN budaya pengambilan keputusan berbasis data dapat memberdayakan para membuat pilihan berdasarkan informasi yang sesuai dengan scientific evidence. Pendek kata acara Foreign Policy Data Talk (Pembicaraan Data Kebijakan Luar Negeri ini) ini sangat relevan dan tepat waktu. (*)
BOGOR, WARTAEVENT.com – Pagi itu kami meninggalkan Jakarta tanpa rencana besar, hanya kompas kecil bernama "Petualangan Dekat Rumah". Satu jam… Read More
SINGAPURA, WARTAEVENT.com – Las Vegas Sands menunjuk Woh Hup (Private) Limited sebagai kontraktor utama proyek pengembangan ultra-mewah terbaru di Singapura,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia bersama Acaraki dan pelaku industri… Read More
TANGERANG, WARTAEVENT.com — PT IAS Support Indonesia (IAS Support) resmi mengintegrasikan sebanyak 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura… Read More
SURABAYA, WARTAEVENT.com – MORA Group memberikan apresiasi kepada unit hotel dengan capaian tamu buka puasa (iftar) tertinggi selama Ramadan 2026.… Read More
HONG KONG, WARTAEVENT.com – Mengusung konsep gaya hidup elegan, restoran Italia di InterContinental Grand Stanford Hong Kong ini merancang afternoon… Read More
Leave a Comment