Site icon WARTAEVENT.COM

Hati – Hati dengan Investasi yang Kian Mudah, Perlu Dibentengi dengan Kecakapan Digital

WARTAEVENT.com – Makassar. Di era teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kegiatan investasi semakin mudah untuk dilakukan dan tidak perlu modal besar bagi warganet yang ingin memulainya.

Namun di satu sisi, masyarakat juga diminta untuk berhati-hati agar tidak mudah tergiur akan bujukan imbal hasil tinggi dari penanaman modalnya. Sebab, ancaman penipuan digital dan investasi bodong tetap terus mengintai sehingga perlu sikap waspada agar warganet tidak menjadi korban.

Baca Juga : Internet untuk Produktivitas Perlu Dibarengi dengan Kecakapan Digital

Demikian mengemuka dalam webinar yang mengangkat tema “Pilihan Investasi yang Menguntungkan di Era Digital Pasca Pandemi” di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/08/2022). Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Narasumber yang dihadirkan, Dosen Jurusan Sistem Informasi IIB Darmajaya Lampung Melda Agarina S.Kom M.T.I; Dosen dan Wakil Rektor I Universitas Dipa Makassar Komang Aryasa S.Kom MT; serta Relawan TIK Bangka Belitung sekaligus Divisi Aptika dan Efisiensi Teknologi Veris Juniardi SKM.

Baca Juga : Agar Aman dari Ancaman Pelecehan Seksual di Ranah Digital, Ikuti Tips Ini

Menurut Melda Agarina, sebagaimana sektor bisnis lainnya, sejumlah perusahaan investasi juga telah bertransformasi ke ranah digital dengan menghadirkan platform berupa situs website ataupun melalui aplikasi.

Investasi memiliki sejumlah tujuan dan manfaat, di antaranya untuk menghindarkan diri dari inflasi, meningkatkan nilai mata uang, menambah sumber penghasilan, berpotensi mendapatkan efek compounding atau pendapatan dari penghasilan sebelumnya, serta sebagai persiapan untuk kebutuhan masa depan.

Dengan berinvestasi secara digital, warganet akan dengan mudah untuk belajar dan memulai kegiatan penanaman modal, bahkan kebutuhan pendanaan pun lebih fleksibel alias lebih murah ketimbang investasi konvensional.

Selain itu, peningkatan investasi juga sangat berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian suatu daerah serta berdampak positif untuk memperbesar produktivitas perusahaan dan pengusaha setempat.

Baca Juga : Kenali dan Hindari Bahayanya Jejak Digital Pasif

Tapi, investasi digital juga ada beberapa kelemahan, di antaranya rentan mengalami penipuan, ada kalanya aplikasi error, dan membutuhkan waktu untuk mencairkan investasi.

“Oleh karena ini, kalau bapak dan ibu ingin memilih investasi maka pastikan dulu perusahaan investasi digital yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga ada pengawas dan penanggung jawabnya,” ujarnya.

Baca Juga : Digitalisasi Makin Massif, Ayo Tingkatkan Keahlian Menggunakan Aplikasi Digital

Pada sesi kedua, Komang Aryasa memaparkan, warganet sedikitnya perlu mengetahui kompetensi keamanan yang mencakup perangkat digital, identitas dan data pribadi, waspada akan penipuan di internet, pengelolaan rekam jejak, serta perlindungan keamanan digital bagi anak-anak.

Beberapa kiat agar aman berinvestasi di dunia internet di antaranya, pilihlah aplikasi yang telah terpercaya, waspada akan investasi bodong, menggunakan jaringan seluler yang aman dan menghindari wifi publik saat bertransaksi, serta membuat kata sandi yang kuat misalnya selain huruf juga memakai  kombinasi karakter angka dan simbol.

Pastikan sudah mengaktifkan two factor authentication (2FA) pada fitur pengaturan email yang digunakan untuk registrasi ataupun akun lainnya. Fungsi fitur keamanan ini adalah ketika orang lain mengetahui email kita dan berusaha untuk login, maka akan ada verifikasi dua arah. Pastikan juga link websitenya valid bukan phising,

Veris Juniardi menambahkan, untuk memulai investasi di dunia maya, warganet setidaknya mempertimbangkan tiga hal pokok. Yakni, memahami potensi diri yang disesuaikan dengan jenis investasi, pilih platform digital yang cocok, serta menjaga konsistensi dan selalu melakukan evaluasi terhadap hasil investasi.

Baca Juga : Budaya Digital yang Baik Hasilkan Konten Positif

Agar kegiatan investasi berjalan lancar, warganet juga harus mampu mengatur perencanaan keuangan agar pengeluaran investasi tidak mengganggu belanja kebutuhan sehari-hari dan pos lainnya, serta mesti dapat mengontrol diri dari perilaku konsumtif atau boros berbelanja online.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Baca Juga : Bgini Caranya Perangi Paham Radikalisme di Ruang Digital

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]

Exit mobile version