“Aplikasi ini seperti pisau bermata dua. Kalau mengubah foto sendiri dan ditujukan untuk hal-hal baik seperti menghibur teman, tidak masalah. Tetapi, kalau mengubah foto orang lain lalu diunggah di media sosial, bisa jadi merugikan orang lain dan bisa dituntut,” cetusnya.
“Jika ada jejak digital kita yang bisa membahayakan keamanan, dapatkah dibersihkan?” tanya Haryan Eka Putra, salah seorang peserta webinar Literasi Digital kali ini.
Diah Angendari mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia maya akan tercatat. “Kalau terlanjur tersebar, mungkin bisa dihapus, tetapi mulai dari sekarang, kita coba menutupnya dengan konten-konten yang baik. Ingat prinsip: lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Dafam Express Jaksa Jakarta merayakan hari jadi ke-7 pada (24/9/2026). Perayaan tersebut menjadi momentum bagi hotel bergaya… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Krispy Kreme Indonesia memperluas jangkauannya dengan membuka gerai terbaru di Paskal23 Shopping Center, Lantai 3, Bandung. Kehadiran… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Memperingati Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara pada Oktober, PAUL Indonesia kembali menjalankan program… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Pernikahan dengan konsep intimate semakin memberi ruang bagi pasangan untuk merayakan hari bahagia bersama keluarga dan orang-orang… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Pengalaman menginap di hotel tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berbagi kebaikan.… Read More
BANDUNG, WARTAEVENT.com — Industri perhotelan tidak hanya dituntut menghadirkan kenyamanan bagi tamu, tetapi juga semakin dituntut memperhatikan dampak aktivitas operasional… Read More
Leave a Comment