“Aplikasi ini seperti pisau bermata dua. Kalau mengubah foto sendiri dan ditujukan untuk hal-hal baik seperti menghibur teman, tidak masalah. Tetapi, kalau mengubah foto orang lain lalu diunggah di media sosial, bisa jadi merugikan orang lain dan bisa dituntut,” cetusnya.
“Jika ada jejak digital kita yang bisa membahayakan keamanan, dapatkah dibersihkan?” tanya Haryan Eka Putra, salah seorang peserta webinar Literasi Digital kali ini.
Diah Angendari mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia maya akan tercatat. “Kalau terlanjur tersebar, mungkin bisa dihapus, tetapi mulai dari sekarang, kita coba menutupnya dengan konten-konten yang baik. Ingat prinsip: lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com - Hanwha Life Indonesia memperkuat transformasi digital industri asuransi dengan meluncurkan Artificial Intelligence Financial Advisor (AI FA), solusi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman menginap bertema eksplorasi antariksa melalui program “A Starry Room In… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta merayakan ulang tahun keduanya melalui tema “GELORAFIED: The Continuum of the Second Chapter”,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – New Balance kembali menghadirkan perayaan tahunan Grey Days 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap warna grey yang telah… Read More
SERANG, WARTAEVENT.com – Accor memperkuat ekspansi bisnis resort di Indonesia melalui pembukaan Mövenpick Resort Carita yang menjadi properti Mövenpick kelima… Read More
SERANG, WARTAEVENT.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto mendorong pengembangan desa wisata di kawasan Anyer-Carita sebagai… Read More
Leave a Comment