“Aplikasi ini seperti pisau bermata dua. Kalau mengubah foto sendiri dan ditujukan untuk hal-hal baik seperti menghibur teman, tidak masalah. Tetapi, kalau mengubah foto orang lain lalu diunggah di media sosial, bisa jadi merugikan orang lain dan bisa dituntut,” cetusnya.
“Jika ada jejak digital kita yang bisa membahayakan keamanan, dapatkah dibersihkan?” tanya Haryan Eka Putra, salah seorang peserta webinar Literasi Digital kali ini.
Diah Angendari mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia maya akan tercatat. “Kalau terlanjur tersebar, mungkin bisa dihapus, tetapi mulai dari sekarang, kita coba menutupnya dengan konten-konten yang baik. Ingat prinsip: lebih baik mencegah daripada mengobati,” pesannya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. [*]
BOGOR, WARTAEVENT.com – Pagi itu kami meninggalkan Jakarta tanpa rencana besar, hanya kompas kecil bernama "Petualangan Dekat Rumah". Satu jam… Read More
SINGAPURA, WARTAEVENT.com – Las Vegas Sands menunjuk Woh Hup (Private) Limited sebagai kontraktor utama proyek pengembangan ultra-mewah terbaru di Singapura,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia bersama Acaraki dan pelaku industri… Read More
TANGERANG, WARTAEVENT.com — PT IAS Support Indonesia (IAS Support) resmi mengintegrasikan sebanyak 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura… Read More
SURABAYA, WARTAEVENT.com – MORA Group memberikan apresiasi kepada unit hotel dengan capaian tamu buka puasa (iftar) tertinggi selama Ramadan 2026.… Read More
HONG KONG, WARTAEVENT.com – Mengusung konsep gaya hidup elegan, restoran Italia di InterContinental Grand Stanford Hong Kong ini merancang afternoon… Read More
Leave a Comment