Site icon WARTAEVENT.COM

Ilham Akbar Habibie Melanjutkan Projek Pembuatan Pesawat Dalam Negeri

WARTAEVENT.com – Jakarta. Like Father, Like Son. Mungkin kata tersebut sangat mewakili sosok Ilham Akbar Habibie. Putra Presiden RI Ke-4, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Ilham begitu disapa, pernah menetap dan menempuh pendidikan di Jerman dalam kurun waktu yang lama. Di sana ia berhasil menyelesaikan studi di Technical University of Munich. Gelar insinyur dan doktor dalam ilmu penerbangan pun ia raih di universitas yang sama dengan hasil summa cum laude.

Baca Juga : Integritas vs Intelektualitas, Mana yang Lebih Diharapkan Ada pada Pemimpin Perempuan?

Berbekal ilmunya di bidang penerbangan, Ilham meneruskan mimpi ayahnya yang ingin Indonesia bisa terus membuat pesawat sendiri. Awalnya, ia ditunjuk menjadi Direktur Marketing PT. Dirgantara Indonesia. Perusahaan yang melahirkan pesawat N-250 Gatotkaca. Karena satu dan lain hal, proyek pengembangan N-250 selanjutnya tidak bisa dilanjutkan. 

Kemudian, Ilham berkecimpung di Grup Ilthabi Rekatama yang merupakan perusahaan keluarga. Dirinya juga pernah menduduki posisi strategis di beberapa perusahaan lainnya. Namun, fokus utama Ilham tetap ingin membantu ayahnya mengembangkan pesawat milik negeri sendiri. 

Ilham menanamkan modal ke perusahaan pembuat pesawat terbang yang ia dirikan bersama sang ayah, PT. Regio Aviasi Industri (RAI). Hingga kini, ia masih menjabat sebagai chairman di perusahaan tersebut.

Bersama sang ayah, Ilham mengerjakan proyek pembuatan pesawat komersial buatan dalam negeri, sebagai lanjutan dari N-250 Gatotkaca. Pesawat ini merupakan pesawat penumpang bermesin turboprop dengan nama R80 dan mampu mengangkut 80 penumpang. 

Pesawat ini dipastikan cocok untuk terbang di wilayah Indonesia. Menurutnya, R80 bukan hanya impian Habibie semata, melainkan mimpi seluruh rakyat Indonesia. Tekadnya untuk melaknjutkan projek ini tak pernah padam, sebab ini menjadi impian seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga : Terinspirasi dari Hasil Bumi dan Perempuan, Ni Kadek Eka Citrawati Ciptakan Produk Kecantikan Berbahan Alami

Sebagai informasi, pesawat R80 saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Pandemi Covid-19 menyebabkan kemunduran program. 

Justin Djogo, Humas PT RAI turut memberikan pernyataan, R80 dalam pengembangan tahap akhir program baru dimulai pada 2021 dan produksi prototipe akan dilakukan pada 2023. Sementara itu, penerbangan pertama akan dilakukan pada 2025 dan sertifikasi ditargetkan pada 2028.

Dorong penerapan teknologi, Ilham tak hanya sibuk mengurus projek R80 di PT RAI, ia pun membantu perkembangan teknologi dalam negeri melalui beberapa peran. 

Salah satunya, Ilham yang menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia, mendorong transformasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan sentuhan teknologi.

Menurutnya, ini enting agar UMKM bisa mengembangkan kapasitas bisnis mereka. Ilham pernah mengatakan pada 2020, sudah waktunya UMKM saat ini ditransformasikan menjadi teknopreneur.

Baca Juga : Media Sosial, Pemimpin dan Masyarakat

Transformasi yang dimaksud adalah memulai ulang dengan satu reaktualisasi proses bisnis dan produk mereka masing-masing. Hal ini bisa terjadi melalui implementasi metode, proses, teknologi, inovasi tertentu, atau produk baru. 

Pengembangan teknologi pun ia terapkan di PT. Bank Muamalat Tbk, di mana Ilham menjabat sebagai Komisaris Utama. Bank Muamalat baru saja meluncurkan teknologi QRIS Code pada awal tahun ini.

Dirinya yakin, teknologi ini akan membawa Bank Muamalat semakin maju. Teknologi digital, kata Ilham, harus digunakan sesuai dengan tujuannya. Dalam hal itu, agar memudahkan proses bertransaksi, apalagi dalam kondisi pandemi yang sedang dialami saat ini di seluruh belahan dunia.  [*]

Exit mobile version