wartaevent.com – Yogyakarta. Kerajinan dan batik merupakan sector yang tangguh di masa-masa kritis. Ini buktikan pada krisis tahun 1998 dan pandemic Covid-19 seperti saat ini.
Salah satu upaya pelaku kerajinan dan batik untuk bertahan saat ini misalnya memproduksi alat pelindung diri (APD) sederhana seperti masker kain dan APD lainnya.
Baca Juga : Belajar Membatik Bentuk Diplomasi Menarik Wisatawan di Filipina
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta berusaha terus mendorong pengembangan pelaku industri kerajinan dengan cara menyelenggaraan kelas umum melalui Zoom (Kulzoom) dan Kelas Umum melalui WhatsApp (Kulwapp).
Salah satu materinya adalah menyebarluaskan teknik pembuatan masker kain kepada masyarakat. Selanjutnya, BBKB juga menggelar event “Innovating Jogja” yang sebelumnya berhasil melahirkan IKM startup inovatif dari wilayah tersebut.
Doddy Rahadi, Kepala BPPI Kemenperin di Jakarta, Selasa (04/08/2020) kemarin menjelaskan, event ini merupakan Inkubator Bisnis Teknologi BBKB yang telah digulirkan sejak tahun 2016.
“Ini merupakan ajang pencarian startup berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik. Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang memilki ekosistem industri kerajinan dan batik yang cukup kuat,” kata Doddy.
Baca Juga : Batik Ombak Karya Desainer Entin Gartini Dipuji di Kanada
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2019, jumlah IKM batik di wilayah Yogyakarta sebanyak 1.195 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja hingga 5.771 orang. Nilai produksi dari sektor IKM batik di Yogyakarta mencapai lebih dari Rp300 miliar.
BPPI, pihaknya melalui balai-balai besar-nya di seluruh Indonesia terus mendorong lahirnya hasil-hasil litbang yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku industri.
Sementara itu, Titik Purwati Widowati, Kepala BBKB menjelaskan, event “Innovating Jogja 2020” sudah dimulai sejak bulan Februari lalu dan sampai saat ini telah terpilih 30 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti tahap bootcamp.
Baca Juga : Kemenparekaf Tandatangani MoU Kampanyekan Beli Kreatif Lokal
“Kegiatan bootcamp merupakan workshop penajaman ide bisnis kerajinan dan batik yang akan dituangkan ke dalam rencana bisnis dan rencana aksi peserta,” jelasnya.
Peserta bootcamp tidak hanya berasal dari sekitar Yogyakarta, namun juga ada yang berasal dari Bogor, Semarang, Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Pada akhir kegiatan bootcamp, akan dipilih peserta dengan ide dan rencana bisnis terbaik. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju penciptaan pengalaman yang… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENT.com – Pembangunan sektor pariwisata dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada infrastruktur menuju model yang menempatkan masyarakat… Read More
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Menjawab tren tersebut, MORAZEN… Read More
KUNINGAN, WARTAEVENT.com – Liburan sekolah tak lagi sekadar menginap di hotel. Konsep family staycation kini berkembang menjadi pengalaman yang menggabungkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – PT Kanomas Arci Wisata resmi meluncurkan Kanomas Umroh & Leisure Distribution Platform, sebuah platform digital terintegrasi yang… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Gaia Music Festival (GMF) 2026 resmi diumumkan melalui konferensi pers yang digelar di Habitate Jakarta pada Selasa… Read More
Leave a Comment