WARTAEVENT.com – Tuban.Masyarakat digital adalah masyarakat yang struktur sosialnya adalah jaringan berbasis informasi digital dan teknologi komunikasi.
Dalam penjelasan Agung Gita Subakti seorang Dosen Specialist S2 Universitas Bina Nusantara, masyarakat ini identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru dalam berkomunikasi di era digital.
“Ini memungkinkan berkumpul, berinteraksi, menukar barang, serta berbagi informasi secara online,” tutur Agung saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021).
Ia memaparkan terdapat tiga macam masyarakat digital, yaitu:
- Digital citizenship
Kualitas perilaku individu dalam berinteraksi di dunia maya, khususnya dalam jejaring sosial dengan menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab, sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.
- Digital lifestyle
Penggunaan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya untuk kegiatan berkomunikasi dan memperoleh informasi, bisa juga untuk mem-postingsesuatu, berkomentar, shareberita, hingga aplikasi penunjang kesehatan dan pendidikan.
- Digital commerce
Penggunaan perangkat digital dalam aktivitas ekonomi, khususnya untuk perdagangan. Bisa juga untuk transaksi yang lebih rumit seperti pasar saham.
Kemudian, tingkatan masyarakat digital juga berbeda. Pertama, emerging digital society yang merupakan tingkatan dasar masyarakat digital. Pada tahap ini adanya keterbukaan informasi dan ketersediaan perangkat elektronik dasar.
Kedua, transitioning digital society yang merupakan tahap di mana penggunaan perangkat digital sudah terpersonalisasi secara individu. Ketiga, advance digital society yaitu tahapan ketika masyarakat sudah menggunakan teknologi digital dalam seluruh aktivitas sehari-harinya.
“Digital mengubah cara belajar, cara kita beraktivitas, cara berkomunikasi dan berinteraksi, hingga cara kita bekerja,” ujar Agung.
Ia menyampaikan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai masyarakat digital. Kita harus bisa memahami bahwa ada norma, aturan, dan etika yang harus kita ikuti di dunia digital ini. Misalnya, tidak mencuri karya orang lain, tidak melakukan bullying, dan mampu mengambil keputusan yang baik saat berkomunikasi secara virtual.
Agung juga mengingatkan, jangan sampai teknologi membuat kita terganggu secara psikologis, seperti kecanduan dengan teknologi.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021) juga menghadirkan pembicara Faridlatus Sa’adah (Dosen Bahasa Inggris STAI AL-ANWAR SARANG), Firda Hariyanti (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan ITSNU Pasuruan), Arif Zulkarnaik (Head of Business Hotel Management Binus University), dan Anjani Adyalaksmini sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.[*]