Categories: News

Ini Tanda Anda Kecanduan Media Sosial

WARTAEVENT.COM, Kab. Probolinggo – Media sosial atau medsos mempermudah banyak kehidupan manusia. Mulai dari komunikasi dengan keluarga atau teman di berbagai belahan dunia, hingga mempermudah menjalankan bisnis. Namun, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa menyebabkan kecanduan.

Menurut Ervita, Sosial Media Specialist PT Pos Indonesia, ada berbagai alasan kenapa banyak orang yang bermain media sosial. Mulai dari mempermudah silaturahim dengan orang yang dicintai, menonton video, melihat gambar, atau sekadar menghabiskan waktu untuk menggali informasi atau menekuni hobi.

“Meski memberikan banyak manfaat, penggunaan medsos setiap hari juga bisa memberikan dampak negatif, contohnya adalah kecanduan,” papar Ervita, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021).

Ia menambahkan, seperti jenis kecanduan obat-obatan terlarang, menggunakan berbagai aplikasi terkini dapat memengaruhi otak Anda, sehingga menggunakannya secara kompulsif dan berlebihan. “Kebiasaan ini bisa mengganggu aktivitas harian, karena Anda terus menyibukkan diri untuk bermain media sosial,” terangnya.

Bermain media sosial favorit Anda bisa merangsang produksi dopamin di otak meningkat. Dopamin adalah hormon yang berkaitan dengan rasa senang. Ketika tubuh Anda merespons lebih banyak dopamin, otomatis otak Anda akan menganggap bahwa aktivitas bermain medsos adalah kegiatan yang bermanfaat dan perlu diulangi.

Namun, perasaan positif yang Anda alami dalam menggunakan media sosial hanya bersifat sementara. Jika Anda terus mengulanginya, tentu bisa memicu ketagihan. Hal inilah yang bisa membuat seseorang jadi kecanduan dengan media sosial.

Ini tanda dan gejala kecanduan terhadap penggunaan media sosial seperti:

  1. Bangun tidur, cek medsos

Hampir setiap pecandu media sosial akan memulai rutinitas sehari-hari mereka dengan mengecek ponsel untuk melihat apa saja yang terlewatkan di Facebook, Twitter, Instagram selama pulas tidur malam. Ponsel juga menjadi hal terakhir Anda matikan sebelum tidur. Bahkan, membuat jam tidur Anda terganggu karena terus ketagihan berselancar di media sosial.

  1. Online di mana pun dan kapan pun

Tanda kecanduan media sosial lain yang perlu Anda perhatikan adalah selalu online di mana pun dan kapan pun. Bukan hanya sedang berlibur, saat menyebrang jalan atau berada di dalam toilet sekalipun, Anda selalu terhubung ke media sosial. Anda tidak pernah merasa bosan seharian memegang ponsel demi scroll timeline dan menonton video viral yang tak berujung, atau memeriksa ratusan gambar liburan teman maupun artis yang Anda idolakan. Tidak peduli apa yang Anda lakukan saat bermain media sosial, Anda akan menemukan tempat dan cara untuk tenggelam dalam medsos.

  1. Terdorong mengunggah selfie dan status demi mengundang likes

Tekanan besar untuk memastikan Anda mendapatkan foto yang sempurna untuk diunggah di Instagram Anda adalah sesuatu yang umumnya dialami oleh orang yang kecanduan sosial media. Pengidap kecanduan ini ingin membuat iri hati para followers-nya, sehingga harus mengunggah gambar yang sempurna tanpa cela. Prosesnya bisa merepotkan dan menjengkelkan, tapi tampaknya Anda tak peduli dengan konsekuensi itu.

  1. Tak ada internet, hidup jadi nelangsa

Sesekali hal buruk bisa terjadi, contohnya ketika berada di situasi yang tidak ada internet/Wi-Fi. Perasaan cemas dan gelisah akan menggeluti karena merasa tidak mampu menelusuri timeline demi mencari tahu aktivitas dan status dari teman-teman dan keluarga.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Yulius Cristian, (Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo), Ayrton Edoardo Arya Prabawa (Founder & Director Crevolutionz), Eni Mahzumah (Guru SMKN 1), dan Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) sebagai Key Opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Resmi Dibuka, Parade Hotel Hadir Membuka Cerita Baru di Kawasan Bisnis Senen

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kawasan Senen, Jakarta Pusat, memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan bisnis ibu kota.… Read More

16 hours ago

Sidang Putusan Ditunda, Kuasa Hukum “Kami Hormati Proses Hukum”

BANTUL, WARTAEVENT.com — Kuasa Hukum Penggugat, Arief Ariyanto, menyampaikan sikap resmi pihak penggugat terkait penundaan sidang putusan gugatan hasil Musyawarah… Read More

18 hours ago

Starbucks Salurkan Hibah Rp800 Juta untuk Tiga Organisasi di Indonesia

JAKARTA, WARTAEVENT.com — PT Sari Coffee Indonesia (SCI), pemegang lisensi dan operator Starbucks di Indonesia, menominasikan tiga organisasi lokal untuk… Read More

20 hours ago

THE 1O1 Jakarta Hadirkan Kuliner Nusantara dengan Teknik Prancis

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Kekayaan rempah dan cita rasa kuliner Indonesia berpadu dengan teknik gastronomi Prancis melalui Nusantara A La Francaise:… Read More

2 days ago

IAS Support Dorong Literasi Anak Lewat IASS Inspiring Day

TANGERANG, WARTAEVENT.com — Perayaan ulang tahun perusahaan tidak selalu berhenti pada seremoni. Bagi PT IAS Support Indonesia atau IAS Support,… Read More

3 days ago

Jelang Rakernas, Ketua PP KAUMY Matangkan Persiapan dan Perluas Sinergi Lintas Lembaga

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta… Read More

3 days ago