Sementara itu, Head of Global Trade Assocalzaturifici, Matteo Scarparo, memperkenalkan MICAM Milano sebagai salah satu ajang alas kaki terbesar dunia.
Ia pun menegaskan sepatu kini menjadi bagian dari identitas gaya hidup sekaligus representasi budaya, sejalan dengan upaya Italia mengusulkan The Art of Italian Footwear sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Baca Juga : Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp2,6 Miliar dalam Pameran HOMI di Italia
Dari sisi perdagangan, Relationship Manager SACE untuk Asia Tenggara dan Oseania, Cristina Colussi, mengungkapkan ekspor Italia ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 2,25 miliar euro atau meningkat sekitar 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu didorong oleh ekspor mesin manufaktur, tekstil, dan produk kulit.

Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari pelaku industri nasional. Ketua DPW Jawa Barat APRISINDO, Henny Setiadi, menilai kerja sama dengan Italia membuka peluang peningkatan daya saing industri alas kaki Indonesia melalui adopsi teknologi, peningkatan standar kualitas, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Selain forum bisnis, delegasi Italia juga menggelar pembahasan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koperasi dan UKM mengenai tindak lanjut berupa business matching, transfer teknologi, dan peluang investasi.
Baca Juga : Anggun Menjadi Tajuk Utama di Ajang Festival Musik di Italia
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku industri Indonesia untuk memperluas pasar global melalui partisipasi pada Simac Tanning Tech dan MICAM Milano 2026, sekaligus memperkuat posisi industri mode nasional dalam rantai pasok internasional menjelang implementasi CEPA. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










