Site icon WARTAEVENT.COM

Jangan Mau jadi Korban, Ini Cara Pilih Pinjol yang Aman dan Legal

WARTAEVENT.com – Pontianak. Kehadiran pinjaman online (pinjol) sangat membantu kebutuhan finansial masyarakat. Selain prosesnya cepat, syaratnya pun mudah dipenuhi. Meski begitu, masyarakat juga mesti waspada dan bijak dalam memilih penyedia layanan pinjol.

Jangan sampai menjadi korban pinjol ilegal. Pastikan pula keamanan digital dan data pribadi saat bertransaksi, agar tidak bocor/diretas/dicuri, dan disalahgunakan pihak lain. Demikian yang dibahas dalam webinar tentang “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal” yang dipandu Mutia Azzahra di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (6/9).

Baca Juga : Internet Bisa Menjadi Sumber Pengetahuan, tapi Penggunaannya Harus Penuh Waspada

Webinar ini, diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Adapun narasumbernya adalah Kamaruddin Hasan dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi; Agus Andira dari Pandu Digital Madya Kominfo RI; Musfira Safari selaku Jawara Internet Sehat ICT Watch Sulteng 2022.

Kamaruddin Hasan menyampaikan materi kecakapan digital dengan tema ‘Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial’. Era digital menjadi kekuatan baru, salah satunya mengekspresikan diri di ruang digital. Namun perlu dihindari konten negatif seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Baca Juga : Sebarkan Konten Positif, Gaungkan Budaya Lokal di Ruang Digital

Era digital juga membuka peluang bisnis baru. Tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen. Kamaruddin juga menyampaikan, informasi yang terus membanjiri sepanjang hari, perlu dipilah-pilih. Untuk ini, diperlukan kecakapan digital.

“Untuk memiliki tingkat literasi informasi yang baik, seseorang harus mampu mengenali kebutuhan informasi, mengetahui sumber informasi yang relevan, mampu menyusun kembali informasi yang diterima,  dan mampu memberikan informasi secara beretika,” jelas Kamaruddin.

Kemudian, Agus Andra menyampaikan materi keamanan digital  dengan tema ‘Dua Sisi Pinjaman Online (Anugerah atau Musibah): Aman Bermedia Digital’. Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan teknologi internet membuat orang percaya begitu saja, menerima begitu saja, tanpa melihat risiko, adakah bahaya yang mengancam.

Keamanan digital meliputi kompetensi mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, serta keamanan digital bagi anak. Ketertarikan masyarakat akan pinjaman online semakin tinggi karena kemudahan yang ditawarkan, prosesnya cepat, syaratnya sederhana.

Baca Juga : Ini Cara Bangun Citra Positif untuk Mendorong Interaksi dan Kolaborasi di Internet

“Modus pinjol ilegal ini bisa melalui penawaran SMS/WA, modus langsung transfer ke rekening korban, dan mereplikasi nama pinjol resmi. Tips memilih pinjol aman yaitu perhatian kemampuan bayar, jangan pinjam hanya untuk hal konsumtif, cek legalitas penyelenggara, dan pahami baik-baik perjanjiannya,” ucap Agus.

Terakhir, Musfira Safari menambahkan materi keamanan digital dengan tema ‘Aman Bermedia Digital: Keamanan Data Pribadi untuk Pinjaman Online’. Kasus-kasus yang sering muncul berkenaan dengan aktivitas digital yakni penipuan atau pinjaman online.

Baca Juga : Hati – Hati dengan Investasi yang Kian Mudah, Perlu Dibentengi dengan Kecakapan Digital

Pinjol memang sangat membantu masyarakat mengakses dana dengan cepat. Namun, pastikan layanan pinjolnya legal. Selain itu, tetap jaga keamanan data pribadi. Musfira juga membagikan tips agar transaksi aman. Apa saja?

“Pastikan legalitas pinjol, perhatikan syarat dan bunganya, rahasiakan OTP/PIN, jangan gunakan WiFi publik, serta aktifkan notifikasi email dan SMS. Selain itu, bisa dicek penyedia layanan pinjol di website OJK,” pungkasnya.

Baca Juga : Internet untuk Produktivitas Perlu Dibarengi dengan Kecakapan Digital

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]

Exit mobile version