WARTAEVENT. com – Jember. Setiap orang pasti enggan dicap sebagai plagiat. Terlebih lagi jika itu terjadi di dunia pendidikan maupun dalam penulisan jurnal ilmiah. Tak hanya dianulir sebagai suatu karya ilmiah pun bisa kemungkinan kesandung hukum.
Banyak tips untuk para penulis agar terhindar dari praktik plagiasi ini. Tapi ini bukan berarti mencari celah untuk malas membuat karya ilmiah.
Ada beberapa batasan-batasan kenapa itu disebut sebagai plagiat. Namun sayangnya tidak semuanya menyadari.
Baca Juga : Pentingnya Orang Tua Maupun Guru Sebagai Fasilitator dalam Literasi Digital Anak
Ihwal plagiat ini menjadi isu menarik dalam webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada hari ini Rabu (02/06/2021) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan diikuti oleh 160 peserta.
Dr. Sugeng Pujileksono M.Si yang menjadi narasumber dalam webinar kali ini menjelaskan, melakukan prasasingsaat membaca tulisan orang lain dan tidak mengurangi substansi dengan mencantumkan kutipan.
“Itu tidak plagiasi. Tidak melakukan copy paste (copas) dalam bahasa indonesia agar tidak tercatat plagiat. Maka dari itu lakukanlah prasasing,” pungkas Sugeng Pujileksono.
Baca Juga : Search Engine Berikut Ini Menjadi Rekomendasi dalam Literasi Digital
Kementerian Komunikasi dan Informatika tujuan utama dari Literasi Digital ini bahwa Indonesia diharapkan pada akhir tahun ini mencapai 10 juta orang terliterasi dan diharapkan meningkat menjadi 50 juta orang di tahun 2024 mendatang.
Literasi Digital ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno telah menerima delegasi para pegiat Diplomasi Kopi di Kementerian… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Seiring berkembangnya isu tersebut, kebutuhan akan ruang aman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pengalaman berkunjung ke pusat perabot rumah kini tak lagi hanya soal berbelanja. Bagi banyak orang, menikmati hidangan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju penciptaan pengalaman yang… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENT.com – Pembangunan sektor pariwisata dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada infrastruktur menuju model yang menempatkan masyarakat… Read More
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Menjawab tren tersebut, MORAZEN… Read More
Leave a Comment