JAKARTA, WARTAEVENT.com – Isu keberlanjutan semakin menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan di Indonesia.
Tren tersebut tercermin dalam peluncuran Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 oleh Kopi Kenangan yang dibarengi dengan pengenalan Program Barista Hebat, sebuah inisiatif untuk memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tuli.
Baca Juga : Ekspansi Tembus Pasar Global dan Membawa Cita Rasa Kopi Nusantara, Kopi Kenangan Buka di Australia
Laporan tersebut memuat berbagai capaian perusahaan sepanjang 2025, mulai dari aspek lingkungan, pemberdayaan sosial, hingga tata kelola perusahaan. Di antaranya, seluruh bahan baku utama yang digunakan berasal dari pemasok lokal sebagai bentuk dukungan terhadap rantai pasok dalam negeri.
Kopi Kenangan juga melaporkan telah membuka 7.521 lapangan kerja dengan total pembayaran upah mencapai Rp467 miliar. Pada aspek lingkungan, lebih dari 50 ton limbah operasional dialihkan dari tempat pembuangan akhir melalui berbagai program ekonomi sirkular.
Baca Juga : Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan Perkuat Identitas Global
Selain itu, perusahaan mulai memetakan emisi karbon operasional dan mencatat pengurangan emisi sebesar 81.672 kilogram CO2e melalui sejumlah inisiatif efisiensi.

Di sektor hulu, Kopi Kenangan menjalin kemitraan dengan Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk memberikan pelatihan pertanian berkelanjutan kepada petani, mendukung program inkubasi bisnis bagi anak petani, serta menyediakan bantuan infrastruktur.
Komitmen pada aspek sosial dilanjutkan melalui peluncuran Program Barista Hebat pada 2026. Program yang dijalankan bersama Parakerja ini memberikan pelatihan profesi, pengembangan keterampilan, serta pendampingan bagi penyandang disabilitas tuli agar memiliki kesempatan berkarier di industri makanan dan minuman.
Baca Juga : Kenangan Brands Salurkan Donasi Besar untuk Korban Bencana Sumatra
Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, Rabu, (1/7/2026), mengatakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan perlu diiringi dengan kontribusi nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui laporan ESG dan pengembangan program inklusi ketenagakerjaan, perusahaan berupaya memperkuat praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penciptaan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











