WARTAEVENT.com, Kab. Trenggalek – Begitu banyak tantangan budaya digital, begitu juga dengan pengaruhnya kehidupan nyata. Seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan juga menghilangnya budaya Indonesia, media digital menjadi panggung budaya asing.
Dunia digital juga membuat dominasi nilai dan produk budaya asing, berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi serta pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.
Agar cakap berdigital kita sebisanya melandasi setiap aktivitas di ruang digital berdasarkan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Caranya mudah saja yaitu mendukung toleransi keberagaman, memprioritaskan cara demokrasi, mengutamakan Indonesia dan menginisiasi cara kerja gotong-royong.
Keterlibatan aspek kehidupan di dunia digital tidak sepenuhnya disengaja. Seperti halnya pendidikan. Pandemi Covid 19 membuat dunia pendidikan tiba-tiba masuk ke ranah digital secara menyeluruh. Akhirnya banyak plus minus yang terjadi.
“Apa yang kita lihat sekarang di dunia pendidikan bukan direncanakan. Ketika ada kekurangan bukan berarti itu fakta sebenarnya. Sebetulnya dunia digital beri banyak peluang. Karena tanpa batasan, sebagai contoh di internet banyak dipakai bahasa internasional akhirnya anak kita dipaksa belajar internasional. Nah ini salah satu dampak positif. Kita bisa mundur nggak? Tidak. Maka diperlukan kecakapan dari kita semua untuk maju ke new normal. Tidak mungkni berharap 100% dunia pendidikan kembali offline saat ini. Tapi kita maju bersama,” ujar Loina Lalolo Krina Perangin-angin, SGU, Mafindo, Tular Nalar dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021yang berlangsung di wilayah Trenggalek, Jawa Timur, pada Kamis (10/6/2021).
Rangkaian Webinar ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Annisa Junaidi (Interpreter), Vhie Saliendra (Podcaster), Tio Prasetyo Utomo (Content Strategist) dan Key Opinion Leader (KOL) Junissa Melvian.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi ini merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Merek fashion asal Jepang, Onitsuka Tiger, memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui pembukaan kembali toko terbarunya di… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Saat wisatawan mencari destinasi di internet, pilihan yang muncul di layar mereka kini semakin dipengaruhi oleh algoritma.… Read More
DILI, WARTAEVENT.com — Musisi Indonesia Iwan Fals menjadi penampil utama TT TasiFest 2026 yang berlangsung pada 29–30 Mei di Tasitolu,… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aktivitas luar ruang semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda. Tren tersebut tercermin… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More
Leave a Comment