Categories: LifestyleTravel

Menelisik Tren dan Perkembangan Pariwisata Outdoor Sebagai Gaya Hidup

“Kegiatan petualangan semakin menggeliat. Ke gunung, sekarang aktivitasnya bukan hanya mendaki lagi, tetapi juga ada atraksi paralayang, paramotor, arung jeram, bersepeda, lari dan lainnya. Ceruk pariwisata outdoor Indonesia sangat besar,” ungkap Disyon.

Diskusi wisata outdoor yang digelar hasil kolaborasi antara Consina dan The J-Team ini pun mengungkap dalam 20 tahun terakhir, wisatawan nusantara mulai ikut menikmati berkegiatan aktif di luar ruang.

Baca Juga : 4 Hal Kebutuhan Utama Ketika Road Trip ke Suatu Destinasi

Dan, komunitas-komunitas pegiat aktivitas luar ruang berkembang pesat di lingkungan perkantoran, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Perlahan tapi pasti, operator-operator mulai menyadari untuk mengutamakan keselamatan (safety) dan menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan di sekitarnya (sustainability).

Sementara itu Priadi Wibisono, Co-Founder Fun About Indonesia mengungkapkan, perjalanan outdoor experience yang ditawarkan dan ditangani oleh operator tur masih di seputar paket wisata leisure. Belum banyak operator tur yang menangani paket-paket outdoor seperti hiking, camping dan lain-lain.

Baca Juga : Workation, Menikmati Liburan Sambil Bekerja di Alam Terbuka

Operator tur yang menangani paket-paket outdoor seperti hiking, camping dan lain-lain belum banyak. Hal ini dikarenakan, pasar domestik banyak berhubungan langsung dengan operator aktivitas outdoor.

“Selain itu, kreatifitas operator tur membuat paket outdoor experience. Dan permintaan atau minat wisatawan domestik terhadap paket-paket outdoor experience belum berkembang,’’ tutur Priadi.

Menurutnya, aktivitas rekreasi luar ruang seperti camping, hiking, live in program, volunteers tour dan lain-lain bisa diisi dengan konten-konten lain. Peminat live in program dan volunteers tour tidak sedikit malah datang dari luar negeri maupun ekspatriat.

Baca Juga : 4 Destinasi di Kabupaten Semarang yang Tidak Dimiliki Kota Semarang

“Kolaborasi dan sinergi antara operator tur dan operator aktivitas outdoor dibutuhkan guna membangun paket-paket outdoor experience yang menarik dan kaya pengalaman serta harga yang terjangkau oleh wisatawan,” pungkas Pradi. [*]

Page: 1 2

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Artotel Group Kelola Dua Hotel Wyndham di Yogyakarta

YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Artotel Group memperluas portofolio pengelolaan hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta setelah dipercaya Sun Motor Group sebagai third-party… Read More

2 days ago

Menjelajah Destinasi Ikonik Dieng dari ARTOTEL Wanasaba Menggunakan Jip Wisata

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pagi itu, udara di luar ARTOTEL Wanasaba—hotel ikonik di Wonosobo masih dingin. Hawannya terasa menusuk tulang rusuk.… Read More

2 days ago

ARTOTEL Wanasaba Hadirkan Hotel Seni dengan Kolam Hangat Pertama di Wonosobo

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Perkembangan pariwisata Wonosobo mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang sesuai… Read More

2 days ago

Foot Locker Day 2026 Padukan Sneakers, Musik, dan Komunitas

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Budaya sneakers, olahraga, musik, dan kreativitas bertemu dalam Foot Locker Day 2026 yang berlangsung di M Bloc… Read More

3 days ago

Kementerian Ekraf Latih 70 Talenta Digital Lampung Selatan Kembangkan Aplikasi Berbasis AI melalui CHAT 2026

LAMPUNG SELATAN, WARTAEVENT.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar aktivasi Creative Hub for App Talent (CHAT) di Bakauheni… Read More

3 days ago

Penyelengaraan WCCE 2026: Jakarta Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Agenda Global

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober mendatang. Konferensi… Read More

5 days ago