Site icon WARTAEVENT.COM

Menelisik Tren dan Perkembangan Pariwisata Outdoor Sebagai Gaya Hidup

WARTAEVENT.com – Jakarta. Saat ini pariwisata outdor atau di ruang terbuka khususnya petualangan sudah menjadi pilihan gaya hidup liburan masa kini. Terlebih lagi saat badai pandemi Covid-19 menerjang belahan dunia.

Menikmati keindahan alam pegunungan dengan menggunakan kendaraan terbuka, menginap di glamping dan camping ground sudah mulai banyak diminati dan menjadi tren para wisatawan dari lintas kalangan dan usia.

Baca Juga : Pulau Mungil Nan Indah Ini Cuma Setengah Jam dari Pelabuhan Bakauheni

Industri pariwisata outdoor Indonesia pun bertumbuh. Ceruk pasar khusus ini telah menjadi industri besar. Ekosistem wisata di ranah ini pun sangat memadai baik dari hulu hingga hilir dan meretas sampai akar rumput.

Fakta ini terungkap dalam diskusi pariwisata Taourism Talk Club yang mengangkat tema “Trend an Perkembangan Industri Pariwisata Outdoor Indonesia” pada hari Kamis (07/04/2022) di Toraja Coffee House, Jakarta.

Baca Juga : Ingin Jadi Ikon Pariwisata Indonesia sebagai Sembalun Seven Summits, Ini Fakta dan Kelebihannya

Disyon Toba, CEO Consina menggambarkan, kegiatan luar ruang (outdoor) di Indonesia seperti gunung dan di bawah laut. Hanya ujung puncaknya yang terlihat. Begitu diselami lebih dalam ternyata komunitasnya sangat besar.

“Kegiatan petualangan semakin menggeliat. Ke gunung, sekarang aktivitasnya bukan hanya mendaki lagi, tetapi juga ada atraksi paralayang, paramotor, arung jeram, bersepeda, lari dan lainnya. Ceruk pariwisata outdoor Indonesia sangat besar,” ungkap Disyon.

Diskusi wisata outdoor yang digelar hasil kolaborasi antara Consina dan The J-Team ini pun mengungkap dalam 20 tahun terakhir, wisatawan nusantara mulai ikut menikmati berkegiatan aktif di luar ruang.

Baca Juga : 4 Hal Kebutuhan Utama Ketika Road Trip ke Suatu Destinasi

Dan, komunitas-komunitas pegiat aktivitas luar ruang berkembang pesat di lingkungan perkantoran, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Perlahan tapi pasti, operator-operator mulai menyadari untuk mengutamakan keselamatan (safety) dan menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan di sekitarnya (sustainability).

Sementara itu Priadi Wibisono, Co-Founder Fun About Indonesia mengungkapkan, perjalanan outdoor experience yang ditawarkan dan ditangani oleh operator tur masih di seputar paket wisata leisure. Belum banyak operator tur yang menangani paket-paket outdoor seperti hiking, camping dan lain-lain.

Baca Juga : Workation, Menikmati Liburan Sambil Bekerja di Alam Terbuka

Operator tur yang menangani paket-paket outdoor seperti hiking, camping dan lain-lain belum banyak. Hal ini dikarenakan, pasar domestik banyak berhubungan langsung dengan operator aktivitas outdoor.

“Selain itu, kreatifitas operator tur membuat paket outdoor experience. Dan permintaan atau minat wisatawan domestik terhadap paket-paket outdoor experience belum berkembang,’’ tutur Priadi.

Menurutnya, aktivitas rekreasi luar ruang seperti camping, hiking, live in program, volunteers tour dan lain-lain bisa diisi dengan konten-konten lain. Peminat live in program dan volunteers tour tidak sedikit malah datang dari luar negeri maupun ekspatriat.

Baca Juga : 4 Destinasi di Kabupaten Semarang yang Tidak Dimiliki Kota Semarang

“Kolaborasi dan sinergi antara operator tur dan operator aktivitas outdoor dibutuhkan guna membangun paket-paket outdoor experience yang menarik dan kaya pengalaman serta harga yang terjangkau oleh wisatawan,” pungkas Pradi. [*]

Exit mobile version