BATU, WARTAEVENT.com – Saat menyambangi Museum Angkut pada Selasa, (9/9/2026), di antara “belantara” koleksi kendaraan antik dan mewah pada masanya, terdapat koleksi helikopter dan mobil Chrysler LeBaron.
Helikopter ini memiliki kaitan dengan salah satu episode penting dalam sejarah hubungan Indonesia-Amerika Serikat pada era Presiden Soekarno, terutama terkait pembebasan agen CIA Allen Pope yang terlibat dalam konflik PRRI/Permesta.
Allen Pope diketahui menerbangkan pesawat bomber B-26 dalam operasi yang berkaitan dengan pemberontakan PRRI/Permesta. Pesawat tersebut ditembak jatuh oleh pesawat P-51 Mustang AURI di sekitar perairan Ambon pada 18 Mei 1958. Pope kemudian ditangkap dan menjadi salah satu persoalan sensitif dalam hubungan Indonesia-Amerika Serikat pada masa itu.
Pada pertengahan 1960, muncul narasi mengenai adanya kesepakatan yang dikaitkan dengan pembebasan Pope dan pemberian sejumlah aset kepada Indonesia. Dalam narasi tersebut, Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy disebut memberikan sejumlah pesawat dan kendaraan kepada Indonesia.

Aset yang disebut dalam kesepakatan tersebut antara lain 10 unit Hercules C-130B Short Body, satu unit helikopter Bell-47J yang kemudian dikenal dengan nama Siwalet, dua unit executive business jet Lockheed JetStar yang dikaitkan dengan nama Saptamarga dan Garuda, serta sebuah mobil VVIP Chrysler LeBaron, produksi tahun 1952.
Helikopter Bell-47J Siwalet menjadi salah satu bagian yang menarik dari kisah tersebut. Kehadirannya tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi penerbangan Indonesia pada masa awal republik, tetapi juga merefleksikan kompleksitas hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat di tengah situasi politik dan militer yang penuh ketegangan pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an.
Namun, hubungan langsung antara pembebasan Allen Pope dan pemberian seluruh aset tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati.
Detail mengenai bentuk kesepakatan, waktu pemberian, serta status masing-masing aset membutuhkan rujukan arsip atau sumber sejarah yang dapat diverifikasi agar narasi tidak mencampurkan fakta sejarah dengan kisah yang berkembang kemudian. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim










