Site icon WARTAEVENT.COM

Menggali Daya Tarik Desa Wisata, 7 Warga dari Pereng di Prambanan Ini Temukan Bebatuan Bersejarah

WARTAEVENT.com – Prambanan. Mencoba menggali dan mengembangkan potensi daya tarik wisata, 7 warga Desa Pereng, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, menemukan bebatuan byang diduga bernilai sejarah.

Agus Nugroho, Kepala Dusun Pereng termasuk 1 dari 7 warga tersebut mengungkapkan, bahwa ia bersama warga lainnya secara tidak sengaja menemukan bebatuan mirip benda sejarah di parit-parit hutan di perbukitan Pereng menemukan benda tersebut.

Baca Juga : Story Telling Candi Prambanan Penting untuk Menambah Pengalaman Berwisata

“Kebetulan saya ikut bersama rombongan dikarenakan ingin menjelaskan history sejarah dusun Pereng kepada rekan-rekan pemuda yang ingin dusunnya menjadi sebuah desa wisata baru,” ungkap Agus Nugroho, dalam keterangan pers, Selasa, (23/02/2021).

Mulanya, 7 warga tersebut hendak napak tilas Kyai Langgen atau lebih dikenal dengan nama Mpu Supo—seorang pembuat keris dari zaman Kerajaan Mataram Kuno yang berasal dari dusun yang saat ini bernama Pereng. Ini dibuktikan dengan adanya makam besar yang diyakini warga setempat sebagai makam Mpu Supo.

Baca Juga : Mengenang Mataram Kuno Di Candi Prambanan

“Dulu kata orang tua dan mbah buyut saya, Mpu ini pernah menetap, membuat rumah, membuat keris, bahkan meninggalnya pun disini. Lokasi makam, bekas rumah juga bekas tempat pembuatan kerisnya pun masih kelihatan,” ungkap Kadus Agus Nugroho.

Dalam Kajian BPCB Yogyakarta

Sementara itu Sukarmin, Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng yang juga terlibat dalam mencari potensi dusunnya untuk dijadikan desa wisata menjelaskan, selepas menuruni bukit di kawasan Pereng ia bersama rombongan menemukan bebatuan tersebut yang bentuknya sangat berbeda dengan bebatuan biasa dari pegunungan.

Baca Juga : Obama Pun Berwisata ke Candi Borobudur dan Prambanan

“Bebatuan tersebut memiliki bentuk pahatan-pahatan dengan konstruksi mirip candi. Ditemukan di bawah dinding parit yang tertutup ilalang dan tanah, hanya 1 bidang saja yang terlihat, panjangnya mencapai 7 meter, juga mulai berundak,” jelas Sukarmin.

Kepala Dusun Pereng kembali menjelaskan bahwa penemuan bebatuan ini telah dilaporkan ke perangkat desa dan pihak terkait hingga ke tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Yogyakarta.

Baca Juga : Ini Pentingnya Ombilin Sawahlunto Diakui Unesco

“Saat ini kami menyebut temuan ini sebagai Situs Langgen 121. Untuk selanjutnya kami menunggu kajian dari BPCB, apakah benar batu tersebut bersejarah atau bukan. Kebeneran tim BPCB telah melihat secara langsung di lokasi temuan,” jelas Agus.

Saat ini kami menyebut temuan ini sebagai Situs Langgen 121.

Jika temuan bebatuan ini terbukti sebagai benda bernilai sejarah, artinya ini akan menjadi temuan besar bagi dusun Pereng dan dapat digunakan sebagai story telling desa tersebut sebagai daya tarik wisata agar wisatawab berkunjung ke kawasan tersebut. [*]

Exit mobile version