Site icon WARTAEVENT.COM

Menggali, Meneliti dan Membandingkan Resep Masakan Tradisional Indonesia dalam Konteks Kekinian

WARTAEVENT.com – Jakarta. Dimasa transisi pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia pernah menerbitkan buku berjudul ‘Mustikarasa’ dicetak pada 17 Agustus, tahun 1964.

Buku ini mengungkap tentang resep makanan yang ada di seluruh daerah di Indonesia dengan tujuan untuk menuju kedaulatan pangan. Isu kedaulatan pangan ini masih relevan dan penting bagi bangsa Indonesia dewasa ini.

Baca Juga : Tempayan Indonesian Bistro Hadirkan Kuliner Otentik Nusantara di Kota Bandung

Mengingat pentingnya hal tersebut, Ruang Basbeth Bercerita dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia akan menggali, meneliti dan membandingkan resep masakan tradisional Indonesia dalam konteks kekinian dalam program ‘Mustika Rasa Kini’.

Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, menyambut baik gagasan program ini sebagai upaya untuk mensosialisasikan gerakan kedaulatan pangan, terutama di kalangan generasi muda.

“Pemerintah mendukung penuh inisiasi ini, baik dalam hal pendanaan maupun akses terhadap data-data penelitian terkait kedaulatan pangan. Kami berharap program ini berkontribusi positif dalam melestarikan warisan kuliner Indonesia serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedaulatan pangan,” ujarnya.

Baca Juga : Menparekraf Ajak Diaspora Promosikan Produk Kuliner Indonesia di Laos, Ini Kendalanya

Dirjen Hilmar menambahkan, selain ada kesamaan terhadap visi kedaulatan pangan, program ini mengunkap tantangan dimasa kini seperti apakah masih ada, karena sudah mengalami perubahan dan perkembangan baik secara waktu, iklim, hingga geografis suatu daerah.

“Tantangan terbesar saat ini adalah, ketika urusan pangan ini diserahkan ke pasar. Padahal sumber pangan ini sudah cukup tersedia. Sisi positifnya, generasi sekarang sudah mulai peduli terhadap apa yang mereka konsumsi. Keingian tahuan adalah upaya membangun pengetahuan dari program ini,” lanjutnya.

Sementara itu Ismail Basbeth, kreator Mustika Rasa Kini (MRK) yang juga Direktur Ruang Basbeth Bercerita (RBB) menjelaskan, dengan berbasis pada intelektual property (IP), MRK akan menceritakan, meneliti, dan membandingkan resep-resep masakan Indonesia dari masa lalu hingga kini.

Baca Juga : Sajian Nusantara Set Menu dari Hoshinoya Bali Ini, Ajak Tamu Menikmati Perjalanan Sejarah Kuliner Indonesia

“Kami juga akan menciptakan katalog cita rasa masakan Indonesia melalui berbagai bentuk tayangan audio visual, situs web, aplikasi, dan program workshop serta seminar,” jelasnya.

Para kreator yang terlibat dalam program MRK ini antara lain; Lyza Anggraheni, JJ Rizal, Darwin Nugraha, Imran Hasibuan, dan Lasja Susatyo.

Baca Juga : Hadir di Festival Kreasi Mi Ayam, Menparekraf Sandiaga Uno: Ini Dapat Menjadi Daya Tarik Kuliner Indonesia

Para Kreator ini akan menjalankan Sembilan agenda utama; Seminar; Lokakarya; Aktivasi Acara & Sosialisasi; Duta Program; Situs Web & Aplikasi; Konten (video, audio, podcast, dil); Series Dokumenter; Film Cerita; Rilis buku Mustika Rasa yang sudah direvisi. (*)

Exit mobile version