WARTAEVENT.com – Makassar. Setelah satu dekade fakum, di bawah kepemimpinan Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) akhirnya Festival Jazz Makassar kembali terselenggara.
Sebelumnya bernama Makassar Jazz Festival selalu diselenggarakan di Fort Rotterdan, namun pada penyelenggaraan kali ini diselenggarakan di atas Kapal Phinisi, sehingga memberikan sensasi dan keunikan tersendiri. Sekaligus menjadi titik tolak kebangkitan musik Jazz dan pariwisata Kota Makassar.
Baca Juga : Setelah Melalui Proses Perijinan Panjang, Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 Tetap Terselenggara
Dengan diselenggarakan di atas kapal phinisi ini selain mampu memadukan kearifan lokal berupa warisan budaya juga sekaligus mengangkat citra kapal Phinisi tak semata sebagai alat transportasi laut saja tetapi bisa menjadi venue pertunjukan musik berskala Internasional.
Lebih dekat kapal Phinisi sendiri sudah dikenal masyarakat sebagai kapal tradisional terbesar yang dibuat oleh suku Konjo yang merupakan bagian dari sub-etnis Makassar yang sebagian besar penduduk di Kabupaten Bulukumba.
Baca Juga : “Merayu” Wisatawan Melalui Event Musik Jazz
Keunikan seni rancang bangun dan teknologi tradisional yang ada di kapal Phinisi membuat UNESCO menetapkan sebagai Karya Agung Warisan Manusia pada 7 Desember 2017 lalu.
Kapal Phinisi adalah kapal tradisional terbesar suku Makassar, dan juga merupakan kapal tradisional terbesar di Indonesia.
“Phinisi sebagai warisan budaya sudah diakui UNESCO, ini menjadi kebanggaan kita bersama. Kemudian di atas kapal tradisional raksasa ini akan diselenggarakan festival jazz dunia. Dua kekuatan dunia bersatu. Ini menjadi momentum besar yang harus ditangkap oleh industri pariwisata kita,” kata Menteri Sandi Uno.
Baca Juga : BNI Java Jazz Festival 2020 Bukti Indonesia Aman di Mata Dunia
Menurutnya, pada festival itu, akan membuka peluang ekonomi dengan hadirnya pihak-pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung, seperti sponsor, artis dan musisi, serta para penonton.
Kehadiran mereka dalam jumlah yang cukup besar akan membuka lapangan kerja nonformal, menaikkan tingkat hunian hotel, meningkatkan pemintaan kuliner.
Baca Juga : Dwiki Darmawan Bawa Misi Budaya di “Standart Bank Joy Of Jazz Ke-22”
“Selama penyelenggaraan festival jazz itu akan memberikan dampak langsung perputaran roda ekonomi daerah yang akan terdongkrak naik,” ujar Sandiaga Uno. [*]
- Penulis & Editor : Fatkhurrohim