wartaevent.com – Jakarta. Banyuwangi sudah pada track yang benar dengan mengedepankan sektor pariwisata sebagai unggulan daerah terlebih pariwisata adalah masa depan bangsa. Pariwisata sedang berproses menjadi peringkat pertama penyumbang devisa terbesar buat keluarga.
Hal ini diutarakan oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata (Menpar), dalam pertemuan Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bi Halal Ikawangi Pusat di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (22/06/2016) kemarin.
“Saya tidak khawatir dengan atraksi Banyuwangi karena budaya dan alam Banyuwangi memiliki modal besar untuk menjadi yang terbaik dalam hal pariwisata. Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia. Karena, memiliki jumlah festival yang sangat banyak. Banyuwangi juga memiliki Ijen dengan Blue Fire-nya. Destinasi yang tidak dimiliki daerah lain,” katanya.
Namun, Menpar Arief menilai Banyuwangi masih harus melakukan pembenahan karena masih ada beberapa kelemahan yang harus ditutupi. Salah satu kelemahan Banyuwangi adalah akses. “Untuk akses darat, jalan tol direncanakan akan beroperasi pada 2021. Untuk Bandara Banyuwangi, sudah memiliki status bandara internasional. Namun, secara fisik masih harus ditingkatkan kualitasnya. Apalagi,” ujar Menpar Arief Yahya.
Sebagai akses udara, pembangunan Bandara Banyuwangi masih terus dilakukan. Pelebaran apron sudah rampung sebelum acara IMF-World Bank Meeting. Dari sebelumnya 3 parking stand narrow body, sekarang Bandara Banyuwangi mempunyai 9 narrow body.
Tidak hanya itu, pelebaran runway juga telah dilakukan. Lebar runway yang sebelumnya 30 meter, diperluas menjadi 45 meter, progressnya 70 persen dengan target selesai Juli 2019. Perpanjangan Runway juga dilakukan dari 2250 meter menjadi 2500 meter, target selesai Desember 2019.
“Mungkin masih ada kendala di pembebasan lahan. Namun, Pemkab Banyuwangi harus ikut membantu menyelesaikan masalah lahan agar bandara benar-benar siap dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Untuk amenitas, Menpar Arief Yahya menyatakan siap hadir pada Ground breaking Hotel Bandara Internasional Banyuwangi dan Ground breaking Food Court Warung Ijen atau ketika pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 27 Juli 2019. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Paradigma pembangunan pariwisata Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan menuju penciptaan pengalaman yang… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENT.com – Pembangunan sektor pariwisata dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada infrastruktur menuju model yang menempatkan masyarakat… Read More
KULON PROGO, WARTAEVENT.com – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Menjawab tren tersebut, MORAZEN… Read More
KUNINGAN, WARTAEVENT.com – Liburan sekolah tak lagi sekadar menginap di hotel. Konsep family staycation kini berkembang menjadi pengalaman yang menggabungkan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – PT Kanomas Arci Wisata resmi meluncurkan Kanomas Umroh & Leisure Distribution Platform, sebuah platform digital terintegrasi yang… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Gaia Music Festival (GMF) 2026 resmi diumumkan melalui konferensi pers yang digelar di Habitate Jakarta pada Selasa… Read More
Leave a Comment