”Pasukan TNI yang Ke Gaza Harus Mengikuti Keteladanan Kontingen Garuda”
Banyak orang tua dan anak-anak penduduk setempat yang senang bermain dan belajar bersama teman-teman lainnya. Kehadiran arena bermain `buatan` Konga XXXIII-A tersebut karena dapat bermain beragam games.
Arena bermain anak ini merupakan inisiatif Ibu Ani Yudhoyono Alm, agar anak-anak yang tengah berada di daerah yang tengah dilanda konflik tetap dapat merasakan keceriaan sebagai anak,” ungkap Komandan Satuan Tugas (Dan satgas) Konga XXIII-A kolonel Inf Surawahadi.
Kegiatan tersebut dilakukan di gedung pertemuan di masing-masing desa yang berada di wilayah operasi Konga XXIII-A. Khusus arena bermain anak di Desa Talloussa disedikan dua televisi untuk memutar film-film kartun, beberapa ragam mainan seperti puzzle, buku-buku menggambar dan mewarnai, serta fasilitas lainnya.
Pengalaman Letjen (Purn) A.M. Putranto berbeda lagi. Sebagai seorang komandan yang meneruskan Dan Konga sebelumnya sangat senang dengan warisan yang dilakukan Surawahadi. Standard Operating Procedure (SOP) disempurnakan lagi. Hal ini sehubungan dengan dinamika dan pergerakan Hizbullah dan Israel Defence Force (IDF). Dalam SOP tersebut setiap prajurit wajib tahu apa yang harus dilakukan dan tidak.
“Saya selalu menjunjung tinggi janji prajurit dan setia menjaga NKRI. Bekerja dengan hati dan profesional, itu yang akan selalu pegang saat memimpin,” tegas A.M. Putranto. ”Pasukan Konga selalu datang dan menghibur masyarakat setempat,” ujar A.M. Putranto. Sering menghibur. Ini selalu ditunggu-tunggu penduduk setempat.
Selanjutnya tantangan terkait aspek-aspek non militer seperti kapabilitas pasukan dalam hal teknologi, bahasa, dan moral yang dirasa masih perlu mendapat perhatian penting dan pelatihan yang maksimal.

Secara singkat prestasi Konga XXIIIA dan XXIIIB adalah meningkatkan keamanan. Konga XXIIIA membantu meningkatkan keamanan di wilayah Lebanon Selatan, sehingga memungkinkan masyarakat lokal untuk hidup lebih aman dan stabil. Berikutnya membangun infratruktur. Konga XXIIIA juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Lebanon Selatan, seperti jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Terakhir meningkatkan hubungan internasional. Konga XXIIIA membantu meningkatkan hubungan internasional Indonesia dengan negara-negara lain, terutama dengan Lebanon dan negara-negara anggota PBB lainnya.
Kontingen Garuda XXIII merupakan salah satu contoh keberhasilan Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian PBB dan meingkatkan citra Indonesia di mata internasional. Peserta webinar secara umum menyepakati bahwa Pasukan TNI yang ke Gaza harus mengikuti keteladanan Kontingen Garuda”
Sesi Diskusi
Di bagian tanya jawab terdapat berbagai pertanyaan dan pandangan yang mengemuka. Tantangan yang dihadapi Indonesia di Board of Peace (BoP) sangat kompleks, namun pengalaman panjang Kontingen Garuda diharapkan dapat memenangkan hati dan pikiran disampaikan tadi oleh para mantan Komandan Batalion Indonesia tersebut. Bagi penduduk lokal di Lebanon menjadi bukti bahwa profesionalisme dan sikap yang ramah kepada penduduk setempat merupakan senjata atau diplomasi yang paling ampuh.
Sebelum menutup pertemuan Dr. Leonard Hutabarat mengutip pernyataan dari diplomat legendaris Indonesia mendiang Menteri Luar Negeri Ali Alatas : “Diplomasi bukan sekedar seni bernegosiasi melainkan seni mencari solusi, dimana semua pihak merasa martabatnya tetap terjaga.”
Moderator menyampaikan pesan bahwa generasi muda adalah penerus estafet dipomasi Indonesia. ”Teruslah kritis, teruslah belajar, karena di tangan para generasi muda kita. Poltik Bebas Aktif akan terus relevan dalam menjaga ketertiban dunia”, pungkas moderator diskusi Dr. Leonard Hutabarat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Penulis : Husein Ibrahim
- Editor : Fatkhurrohim
