Menurutnya, kasus seperti ini sebenarnya banyak dilakukan oleh kalangan remaja yang dilakukan antarsesama teman sekolahnya. Namun tidak jarang juga kita jumpai orang-orang dewasa yang terkadang melakukan kasus serupa.
“Jika ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya cyberbullying ini memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi kehidupan korban, bahkan dapat menimbulkan risiko yang besar seperti stress, depresi, memiliki kecemasan yang berlebihan, kehilangan kepercayaan diri, trauma, bahkan yang paling parah adalah hilangnya motivasi yang berakhir pada bunuh diri,” katanya.
Ia menambahkan, bahkan sering kita jumpai saat ini banyak kasus-kasus pelaporan atas pencemaran nama baik. Hal ini bermula dari adanya konten-konten yang dianggap hiburan, namun justru sebaliknya dianggap menghina oleh oknum-oknum tertentu. Tentunya banyak dari mereka yang berakhir di jalur hukum atas tindakan yang tidak sesuai etika hukum penggunaan media sosial tersebut.
“Perkembangan saat ini, penting untuk kita mampu mengolah informasi dengan baik dan benar untuk bisa disebarluaskan ke publik. Karena saat ini masyarakat kerap diberikan informasi-informasi hoaks, konten-konten yang tidak mendidik, serta maraknya pemberitaan sensasional, padahal masyarakat kita memiliki hak dalam memperoleh informasi yang baik dan benar sesuai dengan manfaat dari perkembangan IPTEK ini. Nah, sudah menjadi tugas masyarakat Indonesia agar melek hukum dalam berkomunikasi melalui sosial media,” terangnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Wawan Dwi Prasetyo (Guru IPS SMP Sultan Agung Plosoklate Kediri), Lucia Palupi (Owner of Tukik Studio Jakarta), Katherine Jioe (Wedding Planner at Varawedding), dan Kevin Joshua sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perayaan ulang tahun ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi berbagai pelaku industri kreatif untuk mengangkat kembali warisan… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tren wisata olahraga atau sport tourism terus berkembang di Indonesia. Salah satu buktinya penyelenggaraan Songgoriti Ridge Run… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren perjalanan singkat dan staycation masih menjadi pilihan banyak wisatawan yang ingin beristirahat sejenak dari rutinitas. Menyambut… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Meningkatnya aktivitas pameran, konferensi, dan agenda bisnis di JIEXPO Kemayoran mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya nyaman,… Read More
LAMPUNG, WARTAEVENT.com – PT BATIQA Hotel Management, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), memperluas jaringan bisnisnya di Pulau… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business melalui program Jangkar Asa menghadirkan inisiatif pemberdayaan masyarakat bertajuk “Perahu… Read More
Leave a Comment