News

Pentingnya Ketegasan AS Atas Pelanggaran Gencatan Senjata dan HAM oleh Israel di Gaza

Di tengah situasi ini, warga Gaza hidup dalam ketakutan akan perang yang kembali pecah. Sebagai negara anggota BOP apalagi sebagai Ketua, AS harus menyampaikan kecaman tersebut. Hal ini penting mengingat Indonesia dan negara anggota lainnya telah menunjukkan komitmen terhadap perdamaian di Timur Tengah. Bila rasa kepercayaan semakin berkurang terhadap sesama anggota BOP sudah dipastikan BOP akan gagal sebelum menjalankan misinya di Gaza.

Beberapa alasan yang kiranya dapat dipertimbangkan oleh AS adalah mengingat momentum ini sangat tepat.

1. Hubungan bilateral. Saat ini kedua kepala negara tengah mempersiapkan kesepakatan Agreement on Reciprocal Tarif (ART) rencana penandatanganan di Washington DC. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan menandatangani ART tersebut dalam waktu dekat. Airlangga mengatakan kesepakatan itu akan ditandatangani Prabowo saat berada di Amerika Serikat pada 19 Februari 2026 ini.

2. Palestina perlu segera diberikan kesempatan untuk menunjuk wakilnya dalam BoP. Palestina bukan sebuah bangsa yang menjadi penonton belaka untuk menentukan masa depan mereka. Bukankah pembangunan Gaza adalah untuk masa depan mereka.

3. Tekanan publik. Indonesia dapat meningkatkan kesadaran publik AS tentang isu Palestina dan mendorong masyarakat AS untuk menekan pemerintah mereka agar mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel meski disadari bahwa mempengaruhi kebijakan AS terhadap Israel bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan kerja sama dan diplomasi yang intensif.

4. Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB 2026. Ini merupakan momentum krusial untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi, bantuan kemanusiaan, dan dukungan solusi dua negara (two-state solution). Peran ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat yang vokal di tingkat global, sekaligus mendesak penghentian pelanggaran HAM.

5. Piagam Perdamaian tidak menyebutkan Gaza secara eksplisit. Sebagai Ketua BoP, Presiden Trump mempunyai kewenangan besar dengan hak vetonya. Jadi penyebutan Gaza harus dilakukan di BoP.

6. BoP kiranya memerlukan “road map” yang jelas, arah kemana proses ini akan bermuara.

Peringatan Hari Perdamaian di Lebanon tahun 2009. Dihadiri oleh Komandan Kontingen Garuda, Walikota Beirut, para tokoh masyarakat setempat.

Indonesia kiranya dapat mengingatkan kepada AS bahwa sebagian besar negara di dunia sudah mendukung kemerdekaan Palestina (157 negara yang mendukung). Mayoritas negara di dunia telah mengakui kemerdekaan Palestina, dan ini dapat membuktikan bahwa dukungan internasional untuk Palestina sangat kuat. Hal ini dapat menjadi argumen yang kuat bagi AS agar mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Israel dan Palestina.  Rumusan ”two-state solution” adalah jawaban yang tepat dalam hubungan ini.

Komitmen Indonesia terhadap Palestina Merdeka tidak berubah. Justru dengan masuk ke forum ini, suara kita akan jauh lebih kuat daripada berada di luar. Kita harus ikut menentukan arah pembahasan konflik Gaza dari dalam.

Kiprah Indonesia dalam Pasukan Perdamaian PBB sejak 1957

Indonesia tidak perlu ragu menyampaikan pengalamannya dalam memelihara perdamaian dunia dibawah bendera PBB sejak 1957. Kontingen Garuda  adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. 

Sebagaimana diketahui sebagian besar misi pasukan multinasional bentukan AS di berbagai belahan dunia tercatat sering gagal daripada keberhasilannya. Sebagai contoh misi pasukan multinasional (AS, Italia, Inggris dan Prancis)  untuk operasi ”perdamaian” di Lebanon (1983). Kemudian tugas pencarian ”senjata pemusnah massal” di Iraq (2003). Misi di Iraq tersebut dipimpin oleh AS dengan jumlah kontingen dari 16 negara.  Kegagalan berikutnya adalah misi NATO di Afghanistan.

Pada masa kepresidenan George W. Bush dan sejumlah negara sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2001 melancarkan invasi militer ke Afghanistan dengan dalih sebagai reaksi atas serangan 11 September yang terjadi di tahun yang sama. Sejak itu, militer AS dan sekutunya bertahan di Afghanistan hingga ditarik secara bertahap setelah terlibat perang yang paling berkepanjangan bagi AS.

Kunjungan Staf Khusus Menhan RI Dubes Soemadi Brotodiningrat di Markas Kontingan Garuda XXIIIB UNIFIL, 2009 disertai dengan Penanaman Pohon Perdamaian di Markas Kontingen Indonesia, Lebanon Selatan.

Perluya kedekatan BOP dengan penduduk setempat

Penulis yang pernah bertugas di Lebanon (2007-2010) melihat dari dekat suksesnya Kontingen Garuda XXIII B diterima dengan baik oleh segenap lapisan masyarakat di Lebanon. Tidak saja dengan masyarakat tokoh masyarakat di Lebanon selatan tetapi juga partai politik di Lebanon.

Pasukan Garuda menerapkan berbagai strategi untuk akrab dengan penduduk setempat, yaitu:

Pertama, peningkatan pelatihan pra-penugasan, termasuk penguasaan bahasa Arab dasar, pemahaman budaya lokal, dan pembekalan keterampilan non-militer seperti komunikasi sipil, membantu personel lebih adaptif di lapangan. Pelatihan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan geografis dan demografis Lebanon Selatan.

Kedua, optimalisasi pemeliharaan dan modernisasi kendaraan taktis serta alat komunikasi memastikan kesiapsiagaan operasional tetap terjaga. Upaya peningkatan kapasitas juga dilakukan dengan memanfaatkan pelatihan bersama dengan kontingen negara lain di UNIFIL guna saling bertukar strategi dan pengalaman.

Page: 1 2 3

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Aston Kemayoran Tawarkan Promo Menginap Spesial Libur Paskah 2026

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan promo “Egg-stra Night Deal” untuk menyambut libur Paskah 2026. Program ini menawarkan… Read More

4 days ago

de Braga ARTOTEL Hadirkan Paket Raya City Escape Bandung

BANDUNG, WARTAEVENT.com – de Braga by ARTOTEL meluncurkan program “Raya City Escape” berupa paket menginap 3 hari 2 malam untuk… Read More

4 days ago

Gugatan Hasil Munas KAUMY VIII Mulai Disidangkan di Bantul

BANTUL, WARTAEVENT.com — Sidang perdana gugatan terhadap hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) digelar di… Read More

4 days ago

Spirit Rainforest Hadirkan Eksplorasi Budaya Dayak di Bali

BADUNG, WARTAEVENT.com — Apa jadinya jika hutan hujan Kalimantan “dihidupkan” di Bali? Hotel Tugu Bali menghadirkan pengalaman budaya bertajuk Spirit… Read More

5 days ago

Instalasi Lilin Hiasi ARTOTEL Harmoni Jakarta Saat Earth Hour

JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Harmoni Jakarta berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour dengan memadamkan lampu selama satu jam pada Sabtu… Read More

5 days ago

FOX LITE Hotel Majalaya Berkolaborasi dengan Owwmy Crocket Tanamkan Nilai Kreativitas Anak

MAJALAYA, WARTAEVENT.com — Program kolaboratif FOX COLLAB kembali menghadirkan kegiatan inspiratif yang menggabungkan kreativitas, edukasi, dan kepedulian sosial melalui rangkaian… Read More

5 days ago