InternationalNews

Pak Jusuf Kalla Mengundang ICWA untuk Bahas Situasi Timur Tengah yang Makin Bergejolak

“Ternyata setelah  ditandatangani di Davos, 10 hari kemudian Israel didukung oleh Amerika Serikat menyerang Iran. Bagaimana bisa kita menilai bahwa BoP itu sesuai dengan tujuannya kalau demikian?,” tanya Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla juga mengatakan bahwa konflik yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat membawa dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Baca Juga : Pentingnya Ketegasan AS Atas Pelanggaran Gencatan Senjata dan HAM oleh Israel di Gaza

Situasi yang tidak kondusif di Timur Tengah dapat mempengaruhi kehidupan ekonomi, sosial, dan politik di kawasan lain termasuk di Indonesia. Sebagai mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyatakan bahwa ketegangan di Timteng  ini akan berdampak pada beberapa aspek, seperti  ekonomi, sosial dan politik

– Ekonomi: Harga minyak dunia dapat naik, yang dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

– Sosial: Konflik di Timur Tengah dapat memicu sentimen keagamaan dan mempolarisasi masyarakat.

– Politik: Situasi di Timur Tengah dapat mempengaruhi keamanan dan perdamaian internasional dan hubungan negara-negara di kawasan termasuk Asia Tenggara.

“Efeknya ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,” pungkas Jusuf Kalla.

Dr. Dinna Prapto Raharja tengah menjelaskan tentang situasi Timur Tengah terkait dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Ardian Nugroho).

Diakhir pertemuan, seraya menyampaikan terima kasih atas kehadiran ICWA melalui undangan yang disampaikan hanya beberapa hari sebelumnya, Jusuf Kalla juga mengapresiasi ide-ide, gagasan dan rekomendasi tentang masalah internasional yang dibicarakan.

Ketua ICWA, Duta Besar Al Busyra Basnur menyampaikan ucapan terima kasih telah diundang dan ICWA siap berkontribusi secara substantif sejalan dengan prinsip-prinsip politik luar negeri yang bebas aktif dan amanah UUD 1945.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dubes Makarim Wibisono (Watap/Dubes RI untuk PBB di New York dan Pelapor Khusus PBB tentang Hak Asasi Manusia di wilayah Palestina, 2014-2016), Dubes Nazaruddin Nasution (Dubes RI di Kamboja, 2000-2003), Dubes Imron Chotan (Dubes RI di Tiongkok 2010-2013 dan Australia 2003-2005).

Baca. Juga : ”Pasukan TNI yang Ke Gaza Harus Mengikuti Keteladanan Kontingen Garuda”

Dubes Hamzah Thayeb (Dubes RI di Australia 2005-2009 dan Inggris 2011-2015), Dubes A.M. Fachir (Dubes RI untuk Arab Saudi, Maret – Oktober 2014 dan Dubes RI untuk Mesir 2007-2011), Dubes Hamid Awaluddin (Dubes RI untuk Russia dan Belarus, 2008-2011). Dubes Bunyan Saptomo (Dubes RI di Bulgaria 2012-2016).

Dubes Lutfi Rauf (Dubes RI di Thailand 2012-2016 dan Mesir 2020-2025), Dr. Dinna Prapto Raharja (Founder Synergy Policies/Dosen HI Universitas Binus), Dubes Adiyatwidi Adiwoso (Dubes RI di Spanyol 2010-2014 dan Slowakia 2017-2021). Dubes Al Busyra Basnur (Dubes RI untuk Ethiopia 2019-2025 yang juga Ketua ICWA), Dubes Dr. Mohamad Hery Saripuddin (Dubes RI di Nairobi 2020-2025 dan Wakil Ketua ICWA).  (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *