Di sisi lain, kehadiran platform digital seperti Airbnb dan agen perjalanan daring lainnya memperumit pengawasan. Platform tersebut umumnya hanya berperan sebagai perantara dan menempatkan tanggung jawab hukum pada pemilik properti.
Kondisi ini menimbulkan celah regulasi, terutama ketika platform tidak memiliki kewajiban verifikasi legalitas secara ketat atau tidak terintegrasi dengan sistem pemerintah. Akibatnya, properti yang belum memenuhi persyaratan hukum tetap dapat dipasarkan secara luas.
Baca Juga : ITO 2026: Menavigasi Arah Baru Pariwisata Indonesia yang Lestari, Berdaya, dan Menguntungkan
Perbandingan dengan praktik internasional menunjukkan adanya pendekatan yang lebih ketat. Di beberapa kota besar dunia, pemilik properti diwajibkan memiliki nomor registrasi resmi yang diverifikasi secara digital sebelum dapat mengiklankan unitnya di platform.
Di Indonesia, belum adanya integrasi data antara pemerintah pusat, daerah, dan platform digital menjadi kendala utama. Pengawasan masih bersifat sektoral dan manual, sehingga sulit menjangkau praktik penyewaan yang semakin dinamis.
Selain aspek legalitas, persoalan pajak juga menjadi sorotan. Pajak hotel dan penginapan merupakan kewajiban daerah, namun dalam praktiknya banyak transaksi yang tidak tercatat karena dilakukan di luar sistem resmi. Hal ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi pendapatan daerah.
Para ahli menilai bahwa platform digital bukan penyebab utama permasalahan. Akar persoalan terletak pada lemahnya tata kelola, koordinasi antar lembaga, serta kapasitas pengawasan dan penegakan hukum.
Baca Juga : Benarkah Atlantis Itu Indonesia? Prof. Arysio Santos Soal Catatkan Fakta Atlantis di Nusantara
Oleh karena itu, diperlukan reformasi sistemik, termasuk pembangunan basis data terintegrasi terkait izin properti dan usaha pariwisata. Selain itu, kejelasan regulasi mengenai batasan antara sewa jangka pendek dan jangka panjang menjadi penting untuk menutup celah hukum yang ada.
Tanpa pembenahan menyeluruh, fenomena villa ilegal berpotensi terus berulang dan berdampak pada kepercayaan wisatawan serta keberlanjutan sektor pariwisata nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Page: 1 2
BATU, WARTAEVENT.com – Jawa Timur Park Group membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Jawa Timur Park Group membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata. Persepsi wisatawan terhadap keamanan destinasi turut… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta melalui Lidah Lokal Senayan menghadirkan Ayam Goreng Basah Gelora, sajian yang mengadaptasi hidangan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, menghadirkan pilihan akomodasi berbasis bunkbed di pusat Jakarta. Berada di kawasan Taman… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Artotel Group menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport… Read More
Leave a Comment