Pupuk Hayati Dinosaurus memperkenalkan teknologi 18 mikroba alami di INAGRITECH 2026 untuk membantu memulihkan tanah dan meningkatkan hasil panen.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – PT Pramudita Darya Parma memperkenalkan Pupuk Hayati Dinosaurus sebagai solusi berbasis bioteknologi untuk mengatasi degradasi lahan pertanian pada ajang INAGRITECH 2026.
Produk tersebut dikembangkan melalui formulasi yang mengombinasikan 18 jenis mikroba alami guna membantu memulihkan kesehatan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca Juga : Ikuti Pameran Trade Expo Indonesia, Pupuk Dinosaurus Diminati Buyer Asing
Perusahaan menyebutkan degradasi lahan menjadi salah satu tantangan utama sektor pertanian Indonesia. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada penurunan kualitas tanah sehingga produktivitas tanaman sulit dipertahankan, meskipun penggunaan pupuk kimia terus dilakukan.
Founder Pupuk Hayati Dinosaurus, Freddy Wijaya, Kamis, (30/7/2026), mengatakan kehadiran produk tersebut di INAGRITECH 2026 merupakan upaya memperkenalkan pemanfaatan bioteknologi sebagai alternatif dalam memperbaiki ekosistem tanah.
“Pupuk Hayati Dinosaurus kembali hadir di INAGRITECH 2026 sebagai solusi kondisi degradasi lahan pertanian di Indonesia. Kami berharap semakin banyak praktisi pertanian yang dapat memanfaatkan bioteknologi untuk memperbaiki ekosistem tanah dan meningkatkan kualitas hasil panen demi menuju kedaulatan pangan Indonesia,” ujarnya di Jakarta.
Baca Juga : Saatnya Beralih ke Pupuk Hayati Untuk Bumi yang Lebih Baik
Menurut perusahaan, formula pupuk hayati tersebut mengandung mikroorganisme yang berperan dalam mengurai unsur hara, menambat nitrogen, menghasilkan enzim pertumbuhan, serta membantu menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. Beberapa mikroba yang digunakan di antaranya Azotobacter sp, Azospirillum sp, dan Streptomyces sp.
Perusahaan mengklaim penggunaan pupuk hayati mampu membantu memulihkan kesehatan tanah, menekan biaya produksi, serta meningkatkan hasil panen hingga 30 persen. Klaim tersebut menjadi bagian dari solusi yang ditawarkan untuk mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Selain memperkenalkan produk utama, PT Pramudita Darya Parma juga mengumumkan pengembangan pupuk berbasis bioteknologi yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan hydroseeding. Teknik tersebut umumnya digunakan dalam rehabilitasi lahan kritis, terutama pada kawasan lereng, guna mempercepat pertumbuhan vegetasi sekaligus mengurangi risiko erosi.
Baca Juga : Unik, Mudik Bawa Pupuk Dinosaurus Ini yang Dihasilkan di Kampung Halaman
Melalui inovasi tersebut, perusahaan berharap pemanfaatan pupuk hayati dapat semakin luas di berbagai sektor pertanian dan rehabilitasi lahan. Pengembangan produk berbasis mikroba juga diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kesehatan tanah sebagai fondasi penting bagi produktivitas pertanian dan keberlanjutan sektor pangan nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
SINGAPURA, WARTAEVENT.com – ArtScience Museum di Singapura menghadirkan More than Human: Making With the Living World, pameran yang mengeksplorasi hubungan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – House of Tugu Old Town Jakarta berkolaborasi dengan Bentara Budaya menghadirkan pameran batik Peranakan bertajuk Harmony in… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Casa Kuningan menghadirkan pameran tunggal Home Far Away karya Ancient Summer melalui ARTOTEL ARTSPACE, mulai 30… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan wellness tourism berbasis budaya melalui penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 pada… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) berkolaborasi dengan Indosat Business dan Naraya Hospitality Group untuk mendorong transformasi… Read More
CISARUA, WARTAEVENT.com – Citra Cikopo Hotel & Family Cottages menawarkan paket meeting mulai dari Rp250.000 nett per orang dengan minimum… Read More
Leave a Comment