WARTAEVENT.COM, Kab. Probolinggo – Betapa berharganya data milik pengguna internet. Hal ini juga yang membuat perusahaan-perusahaan teknologi dengan basis data luar biasa besar seperti Google dan Facebook bisa meraksasa.
Benni Trisna Wijaya, Kasubag Perencanaan & Keuangan di Satpol PP DISKOMINFO Kabupaten Probolinggo, saat menjadi pembicara pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021), menjelaskan data tidak hanya berharga bagi perusahaan saja. Kita juga harus menyadari bahwa data-data yang dimiliki itu penting. Bentuk datanya beragam, bisa email, password ke berbagai akun media sosial dan e-commerce, hingga data perbankan seperti PIN mobile banking.
“Hal tersebut yang membuat kita harus berhati-hati dalam mengakses internet. Salah satu yang patut dipertimbangkan adalah ketika memutuskan untuk menggunakan layanan virtual private network (VPN),” paparnya.
Ia mengungkapkan, istilah VPN mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. VPN (Virtual Private Network) adalah sebuah koneksi antar jaringan yang sifatnya pribadi, namun dilakukan melalui jaringan publik serta memungkinkan pertukaran sumber daya secara tertutup.
Pengguna perlu lebih berhati-hati dalam mengakses internet. Salah satu yang patut dipertimbangkan yakni saat menggunakan layanan VPN. Karena menggunakan VPN memiliki dampak-dampak negatif, seperti:
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Muhammad Iqbal (Wartawan Timesindonesia.co.id & Dosen Universitas Nurul Jadid), Yulius Christian (Kepala Dinas KOMINFO Kabupaten Probolinggo), Mohammad Rofiuddin (Direktur CV. Toserba Pesantren dan Dosen Komunikasi Islam IAI Dalwa Pasuruan), dan Nurrohman Adi Assajjad sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kebutuhan industri event terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan praktis mendorong Program Studi Sarjana Terapan (D4)… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) bekerja. Perubahan tersebut… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perkembangan artificial intelligence (AI) mulai menjadi perhatian industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Teknologi ini dinilai… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Park 5 Simatupang memperkenalkan Mont Blanc Series, sajian minuman baru yang menawarkan perpaduan tekstur creamy dengan karakter… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Tiga legenda Srimulat, Nunung, Kadir, dan Kirun, hadir dalam trial opening Mega Science Center dan Budaya di… Read More
BATU, WARTAEVENT.com – Jawa Timur Park Group memberikan 3.200 tiket kunjungan Mega Science Center dan Budaya kepada pelajar Jawa Timur,… Read More
Leave a Comment