Site icon WARTAEVENT.COM

Sebarkan Konten Positif, Gaungkan Budaya Lokal di Ruang Digital

WARTAEVENT.com – Banjarmasin. Besarnya populasi muda dan tingginya penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia menjadi modal berharga untuk mengenalkan ragam kekayaan budaya Nusantara di ruang digital.

Tentunya, hal ini harus disertai keterampilan dan kecakapan digital serta kreativitas dalam memproduksi dan mendistribusikan berbagai konten positif.  Hal tersebut menjadi pembahasan dalam webinar bertema “Jadi Penjelajah Wisata, Bangga Budaya Indonesia”, Rabu (24/8), di Banjarmasin, Kalimantan Tengah.

Webinar ini, diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Hadir sebagai narasumber adalah Sekretaris Relawan TIK Magetan, Alamsurya Endriharto; Dosen Universitas Indonesia dan Korwil Barat DPP IAPA, Lina Miftahul Jannah; serta Dosen Kebijakan Publik Unsoed dan Pengurus Pusat IAPA, Dwiyanto Indiahono.

Baca Juga : Istimewa, Mahasiswa KKN UMBY Membuat Program untuk Komunitas Difabel dan ODGJ di Bantul

Dalam webinar tersebut, Alamsurya Endriharto mengatakan, di era digital saat ini terdapat begitu banyak peluang dan jenis pekerjaan yang menuntut kemampuan serta keterampilan digital.

Sebut saja analis dan ilmuwan data, spesialis big data, spesialis pemasaran digital, dan spesialis transformasi digital. Munculnya beragam pekerjaan baru ini sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan pasar sehingga masyarakat juga harus bisa menggali potensi diri dan mengasah keterampilan digital agar dapat merebut peluang.

“Diproyeksikan di 2030 nanti potensi kontribusi pekerja dengan keterampilan digital terhadap ekonomi Indonesia mencapai Rp4.344 triliun. Kita mau jadi penonton saja atau mau ikut berkontribusi? Jadi, kerucutkan lagi apa keahlian kita dan kembangkan keterampilan digital, jangan hanya bisa menggunakan,” ujarnya.

Dwiyanto Indiahono menambahkan, saat ini Indonesia didominasi oleh lebih dari 50% generasi muda. Menurut dia, ini bisa berarti dua hal. Pertama, kesempatan untuk mengubah wajah dunia digital Indonesia, yang semula dikenal paling tidak sopan, sehingga keramahan di dunia nyata akan tercermin di dunia maya.

Kedua, ini merupakan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi digital RI menjadi lebih energik. “Kita dorong milenial menciptakan produk dan jasa di dunia digital karena pangsa pasarnya besar dan luas. Salah satu tantangan adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dijual di marketplace juga produksi local,” terangnya.

Baca Juga : Ini Cara Bangun Citra Positif untuk Mendorong Interaksi dan Kolaborasi di Internet

Sementara itu, Lina Miftahul Jannah menggarisbawahi ihwal kompetensi budaya bermedia digital, di mana masyarakat terutama milenial dapat menjadi pelaku digitalisasi kebudayaan melalui pemanfaatan TIK.

Harapannya, hal ini juga disertai dengan pengetahuan dasar yang mendorong perilaku mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya. “Kita harus cinta dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Misalnya senang mengenakan pakaian batik atau tenun khas dari berbagai daerah,” papar Lina.

Baca Juga : Hati – Hati dengan Investasi yang Kian Mudah, Perlu Dibentengi dengan Kecakapan Digital

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. [*]

Exit mobile version