Categories: News

Tetap Produktif Dengan Cepat Beradaptasi Dengan Budaya Baru

WARTAEVENT.com – Bandung. Setiap peradaban akan melahirkan budaya baru termasuk peradaban digital. Hari ini peradaban digital telah melahirkan satu budaya digital. Salah satu contohnya misalkan adalah ketika kita sudah susah payah mengundang kawan-kawan untuk kumpul. Kemudian jika sudah kumpul kalau budaya lama ketika kita ngobrol asyik cerita dan lain sebagainya. Sekarang tidak, malah asik dengan gawainya masing-masing

Editya Nurdiana, dosen Universitas Gunung Jati menyebut, itu adalah budaya, budaya itu terlahir dari satu kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Kemudian diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Maka kita sebut dengan budaya, sebelum jadi budaya biasanya kebiasaan itu berawal dari sesuatu yang dianggap sebagai suatu kebenaran oleh dirinya sendiri.

Misalkan ketika kita selalu mengirim emoticon tertentu dalam chat, maka kemudian kita akan biasa mengirim itu walaupun mungkin tidak mengerti maknanya apa sebab kita sudah menganggap bahwa kebenaran emoticon itu. Hal tersebut adalah cikal bakal dari satu budaya.

Menurut data pengguna internet di negara kita adalah pengguna terbesar ketiga, maka kemudian kondisi saat offline yang sebenarnya harus offline pun tetap tidak terlepas dari digital. “Misalkan ketika cara bersosialisasi kita mulai berubah, orang-orang mulai membicarakan apa yang sedang ramai di internet walaupun tidak sedang menggunakan internet Ini adalah satu budaya baru yang kemudian budaya tersebut mau tidak mau untuk kita agar selalu bersentuhan dengan internet,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021) pagi.

Data dari Hootsuite, penduduk Indonesia menghabiskan waktu 8 jam 51 menit dalam setiap harinya menggunakan internet dengan durasi 3 jam 23 menit untuk bermedia sosial. Artinya waktu kita ini lebih banyak menggunakan waktu online dibandingkan dengan waktu offline. Sehingga sangat wajar sekali peradaban digital ini telah menjadi satu budaya yang kuat pada saat ini di negara kita.

Dengan adanya peradaban baru digital ini maka banyak kegiatan-kegiatan yang yang kurang produktif produktif untuk pergerakan tubuh kita karena yang segala sesuatunya bisa dilakukan dengan hanya jari-jari kita. Misalkan ketika belanja kemudian, ketika kita menghubungi orang tidak perlu datang dan tatapan langsung. Kita hanya chat atau video call dengan adanya ini menjadi sesuatu yang kurang produktif karena tidak ada nilai lebih.

“Ketika kita menggunakan aktivitas kita hanya dengan jari berbeda misalkan ketika saya ingin bertemu dengan sahabat, saya datang ketemu dengan dia. Ada nilai lebih yang saya dapatkan berbeda ketika saya hanya chat atau video call. Ikatan emosional itu tidak akan terbangun sekuat ketika kita ketemu secara langsung. Maka menurut saya ini aktivitas ini sangat kurang produktif,” jelasnya.

Sesuatu yang kurang produktif hari ini dengan peradaban baru, maka ini adalah merupakan sebuah tantangan yang harus kita jawab karena apa kemajuan informasi teknologi ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak. Sesuatu yang tidak bisa kita hindari, maka ini akan menjadi sebuah tantangan buat kita semua.

Tansformasi industri mulai terjadi perubahan yang sangat signifikan secara online seperti belanja. Kemudian akan muncul satu ketimpangan ekonomi bagi pelaku pelaku usaha.

“Perusahaan raksasa Google, Facebook itu akan menjadi dominan dalam menguasai dunia bisnis digital sehingga kemudian perusahaan-perusahaan yang lain itu akan lama mengecil,” tambah Editya.

Kemudian muncul lagi pengangguran massal karena semua serba digital semua serba teknologi maka tenaga manusia sedikit demi sedikit dikurangi. Itulah tantangan yang harus dihadapi dalam terciptanya budaya baru ini.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (02/11/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Diana Balienda (Trainer Digital), Michael Sjukrie (Digital Underwater Videographer), Eunike Iona Saptanti (Trainer & Educator), dan Tanisha Zharfa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Dan melibatkan 110 lembaga juga komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan yang diadakan di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten ini dilaksanakan secara virtual berbasis webinar. Dengan menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Dengan maksud dan tujuan utamanya membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Oeday Abdullah

Leave a Comment

Recent Posts

Las Vegas Sands Tunjuk Woh Hup Garap Proyek Baru

SINGAPURA, WARTAEVENT.com – Las Vegas Sands menunjuk Woh Hup (Private) Limited sebagai kontraktor utama proyek pengembangan ultra-mewah terbaru di Singapura,… Read More

18 hours ago

Festival Jamu Nusantara 2026 Dorong Jamu Jadi Gaya Hidup

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia bersama Acaraki dan pelaku industri… Read More

2 days ago

IASS Integrasikan 4.441 Tenaga Alih Daya Guna Perkuat Fondasi IAS Support People

TANGERANG, WARTAEVENT.com — PT IAS Support Indonesia (IAS Support) resmi mengintegrasikan sebanyak 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura… Read More

2 days ago

MORA Group Apresiasi MORAZEN Surabaya Raih Tamu Iftar Tertinggi

SURABAYA, WARTAEVENT.com – MORA Group memberikan apresiasi kepada unit hotel dengan capaian tamu buka puasa (iftar) tertinggi selama Ramadan 2026.… Read More

2 days ago

Afternoon Tea Champagne Perrier Jouët Hadir di Mistral

HONG KONG, WARTAEVENT.com – Mengusung konsep gaya hidup elegan, restoran Italia di InterContinental Grand Stanford Hong Kong ini merancang afternoon… Read More

3 days ago

Daifuku Cheesecake Café Kissa Hadirkan Sentuhan Dessert Jepang Modern

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Dalam lanskap kuliner gaya hidup yang terus berkembang, dessert berbasis tradisi kini semakin sering diinterpretasi ulang. Daifuku,… Read More

3 days ago