Ekonomi

”Segera Akan Didirikan Sekolah Kopi Nusantara”, Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas

Pertama, replantasi besar-besaran. Sebagian besar kebun kopi rakyat sudah tua dan kurang produktif. Program hilirisasi tidak akan maksimal jika budi daya di hulu tidak optimal. Peremajaan menjadi langkah penting untuk memperkuat rantai nilai kopi.

Kedua, pemetaan lahan dengan teknologi Al. Kemlu mendorong penggunaan microchip dan citra satelit untuk memetakan poligon lahan kopi. Data ini penting agar kopi Indonesia punya “Paspor Digital” berupa Surat Tanda Daftar Budi Daya dan lolos aturan bebas deforestasi Uni Eropa.

Baca Juga : Kopi untuk Mempromosikan Tradisi, Budaya, dan Pariwisata Indonesia

Ketiga, membuka pasar baru. Selain AS, Mesir, Malaysia dan Belgia, Wamenlu juga menyoroti Turki, negara Timur Tengah, dan Australia sebagai pasar potensial.

Turki misalnya tidak punya lahan kopi tapi jadi hub ekspor ke 500 juta konsumen yaitu ke Azerbaijan sampai ke seluruh Eropa Timur.  Sementara Australia mempunyai budaya kopi premium dan jaraknya relatif dekat dengan Indonesia.

Pandangan Dubes Djumantoro Purbo terkait Diplomasi Kopi

Dubes Djumantoro Purbo, menjelaskan mengenai makna kopi sebagai instrumen diplomatik. ”Indonesia memiliki kekhususan dalam diplomasi kopi”, kata Duta Besar LBBP RI untuk Republik Slovakia (periode 2012-2017) tersebut.

Konteks Penugasan di Slovakia

Negara dimana Dubes Djumantoro ditugaskan pada saat itu, Slovakia, adalah negara baru, pasca berpisah dari Cekoslovakia. Kondisi ini menjadi momentum untuk mendekatkan Indonesia dengan negara tersebut. Dalam konteks tersebut, jaringan dan diplomasi kebudayaan menjadi instrumen utama yang dapat dimanfaatkan.

Kopi sebagai Pintu Masuk “People-to-People Contact”

Minat generasi muda Slovakia terhadap kopi menjadi titik temu budaya. Kopi saat itu bahkan sampai sekarang sangat populer dan menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan kekhasan budaya Indonesia kepada masyarakat yang belum mengenal Indonesia secara mendalam.

Upaya dan Jaringan yang Dibangun

”Ada hal yang menarik”, kata Dubes Djumantoro. Selama bertugas di Slowakia, Dubes Djumantoro memperkenalkan kopi Indonesia kepada komunitas kopi lokal hingga ke negara tetangga. Pengenalan tersebut dilakukan melalui kerja sama antar Perwakilan RI dan ”branding personal”.

Baca Juga : Wamenlu Arif Havas Oegroseno Dorong Replantasi dan Buka Pasar Baru untuk Dongkrak Ekspor Indonesia

Kolaborasi dengan komunitas kopi setempat sangat tepat karena mayoritasnya merupakan  pengusaha muda yang sedang naik daun. Segmen muda inilah yang menjadi adi target soft diplomacy Indonesia untuk memperkuat people-to-people contact.

Page: 1 2 3 4 5

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

Artotel Group Kelola Dua Hotel Wyndham di Yogyakarta

YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com – Artotel Group memperluas portofolio pengelolaan hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta setelah dipercaya Sun Motor Group sebagai third-party… Read More

2 days ago

Menjelajah Destinasi Ikonik Dieng dari ARTOTEL Wanasaba Menggunakan Jip Wisata

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Pagi itu, udara di luar ARTOTEL Wanasaba—hotel ikonik di Wonosobo masih dingin. Hawannya terasa menusuk tulang rusuk.… Read More

2 days ago

ARTOTEL Wanasaba Hadirkan Hotel Seni dengan Kolam Hangat Pertama di Wonosobo

WONOSOBO, WARTAEVENT.com — Perkembangan pariwisata Wonosobo mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya menawarkan tempat menginap, tetapi juga pengalaman yang sesuai… Read More

2 days ago

Foot Locker Day 2026 Padukan Sneakers, Musik, dan Komunitas

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Budaya sneakers, olahraga, musik, dan kreativitas bertemu dalam Foot Locker Day 2026 yang berlangsung di M Bloc… Read More

3 days ago

Kementerian Ekraf Latih 70 Talenta Digital Lampung Selatan Kembangkan Aplikasi Berbasis AI melalui CHAT 2026

LAMPUNG SELATAN, WARTAEVENT.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar aktivasi Creative Hub for App Talent (CHAT) di Bakauheni… Read More

3 days ago

Penyelengaraan WCCE 2026: Jakarta Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Agenda Global

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober mendatang. Konferensi… Read More

5 days ago