Ekonomi

”Segera Akan Didirikan Sekolah Kopi Nusantara”, Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas

Kemudian ”branding personal”. Dalam hal ini kehadiran Dubes diidentikkan dengan kopi Indonesia. Nama dan tanda tangan Dubes bahkan diabadikan dengan biji kopi di sebuah museum tua di Bratislava. Dekorasi dan mural mosaik biji kopi menampilkan image luwak sebagai tanda apresiasi dan penghormatan kehadiran keragaman kopi Nusantara di bumi Slowakia dan presentasi persahabatan RI-Slowakia.

Nilai Strategis dan Identitas Kopi Indonesia

Dubes Djumantoro menyampaikan bahwa kopi Indonesia adalah melambangkan keragaman, memiliki metode pengolahan yang khas dan penyajian yang khusus.

Baca Juga : Langkah Terpadu Menghadapi EUDR

Keberagaman: Kopi Luwak dan kopi dari berbagai daerah merepresentasikan kekayaan dan keberagaman kopi Nusantara.

Metode khas: Istilah “giling basah” dan “petik merah/petik ranum” merupakan warisan teknik pengolahan kopi Indonesia yang memiliki nilai budaya dan adaptif terhadap tantangan iklim.

Baca Juga : El Nino dan Peraturan UE Tentang Deforestasi : Siapkah Kita?

Metode penyajian: Metode “tubruk” memiliki kemiripan dengan standar “cupping” internasional. Hal ini dapat dijadikan wahana untuk memposisikan kopi tubruk sebagai warisan budaya Indonesia.

Rekomendasi Dubes Djumantoro: ”mengangkat kopi melalui Diplomasi Kebudayaan dan Warisan Dunia”

Kopi Indonesia, menurut Dubes Djumantoro dengan segala keberagaman dan keramahan lingkungannya, merupakan representasi identitas. Oleh karena itu disarankan agar unsur-unsur kebudayaan terkait kopi, khususnya metode penyajian kopi tubruk, dapat diusulkan sebagai bagian dari ”Warisan Budaya Takbenda” Indonesia di bawah UNESCO.

Secara keseluruhan, kopi terbukti menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Kopi tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai narasi budaya yang dapat memperkuat citra dan hubungan Indonesia dengan negara lain.

Baca Juga : Menyikapi Sikap Uni Eropa Menyangkut Deforestasi

Wakil Ketua Dekopi, A. Syafrudin menyatakan bahwa dari sisi produksi yang menjadi masalah bagi Indonesia adalah bagian hulu. khususnya untuk jenis kopi Arabika dan Robusta. Selama 2 tahun terakahir terjadi banyak kesulitan, yaitu: harus replenting, pengaruh iklim dan sutruktur tanah kita yang counturnya naik turun. Yang lain adalah mentalitas, yaitu belum menjadikan kopi untuk mengangkat Indonesia menjadi komoditas mereka. Belum menaikkan kualitas dan kuantitas.

”Setuju dengan pandangan Wamenlu Havas dan Pak Bagas. Yaitu replantasi, pemantauan melalui satelit dan pencarian ”new market”. Untuk itu diperlukan langkah yang koordinatif,  harus sinkron dan sinergi antar kementerian dan lembaga lainnya termasuk Kementerian Perdagangan”, ujar Syafruddin. 

Baca Juga : Meraih Peluang Bisnis di Era Kebijakan Tarif Trump

Syafruddin menyatakan bahwa memang produksi kopi di Indonesia ada peningkatan tahun  2023-2025. Tetapi produktivitas menjadi turun karena kebun berisi tanaman tua dan iklim tidak mendukung. ”Harga juga bermasalah. Sekarang banyak pembeli dari Timur Tengah yang langsung mendatangi koperasi dan petani di daerah Lampung dan Temanggung”, ujar Syafrudin.

Page: 1 2 3 4 5

redaksi

Leave a Comment

Recent Posts

IKG Salurkan 2,5 Juta Liter Air untuk Warga Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, WARTAEVENT.com — Musim kemarau kembali menguji ketahanan warga Gunungkidul dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, Ikatan… Read More

6 days ago

September Ini Nueve Malioboro Yogyakarta Tawarkan Promo Menginap Mulai Rp499 Ribu

YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Bulan September tahun ini menjadi salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati Yogyakarta dengan suasana… Read More

1 week ago

GATF Tahun Ini Jadi Etalase Paket Wisata Terintegrasi InJourney

JAKARTA, WARTAEVENT.com — Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 tidak hanya menjadi ruang berburu tiket perjalanan. Pameran yang berlangsung pada… Read More

1 week ago

Le Ju Xuan Hadirkan Pengalaman Kuliner Tiongkok di Singapura

SINGAPURA, WARTAEVENT.com — Marina Bay Sands memperkaya pilihan gaya hidup di Singapura dengan menghadirkan Le Ju Xuan, restoran Tionghoa kasual-premium… Read More

1 week ago

Meruorah Labuan Bajo Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com — Pemulihan pascabencana menjadi perhatian Meruorah Komodo Labuan Bajo bersama Indonesia Ferry Property (PT IFPRO) dan InJourney… Read More

1 week ago

Reforestasi Batukaru Libatkan Pariwisata dan Masyarakat Bali

BALI, WARTAEVENT.com — Upaya memulihkan kawasan hutan di sekitar Pura Luhur Batukaru, Bali, memasuki tahap penanaman. Sebanyak 100 pohon ditanam… Read More

1 week ago