Menurut Mega, teknologi tidak harus berdiri sendiri. Ketika dipadukan dengan budaya, sejarah, kekayaan alam, dan karya masyarakat, teknologi dapat menghasilkan bentuk ekspresi kreatif yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.
Menariknya, pertunjukan juga menyisipkan pesan “Pray for NTT” di langit Bundaran HI. Pesan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tengah menghadapi musibah.
Baca Juga : Ekonomi Kreatif Jadi Tambang Baru Indonesia, Kemenekraf & BRIN Sepakat Satukan Riset
Kehadiran pesan itu memberi dimensi lain pada perayaan kemerdekaan. Di tengah kemeriahan, masyarakat diajak mengingat bahwa semangat kemerdekaan juga berkaitan dengan kepedulian dan solidaritas.

Malam Merdeka turut menghadirkan instalasi immersive, video mapping, dan karnaval kendaraan hias. Rangkaian acara tersebut melibatkan talenta kreatif dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Bagi Yena, warga yang menyaksikan pertunjukan secara langsung, pengalaman tersebut terasa berbeda dibandingkan melihatnya melalui layar.
Baca Juga : Kemenekraf Ajak The Local Market.ID Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Produk Lokal
“Perayaan seperti ini penting untuk mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Yang paling penting, semangat itu harus tetap menjadi ingatan dan diteruskan dari generasi ke generasi,” ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











