WARTAEVENT.com – Jakarta. Berdasarkan laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018), diketahui prosentasi terbesar usia pertama kali merokok adalah 15 hingga 19 tahun.
Hal itu sejalan dengan makin gencarnya promosi iklan rokok bagi kalangan remaja. Padahal kalangan remaja tersebut merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.
Baca Juga : Dua Perguruan Tinggi Ini Kampanyekan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah
Pengendalian produk tembakau dalam hal ini rokok telah menjadi perhatian berbagai pihak karena rokok tidak hanya dapat menimbulkan masalah kesehatan akan tetapi juga masalah ekonomi, sosial dan lingkungan.
Untuk itu, Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) dan Institut Komunikasi dan Bisnis (IKB) London School of Public Relations (LSPR) mengundang 15 perguruan tinggi suasta dan negeri berkolaborasi melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lintas kampus untuk kampanyekan anti tembakau.
PKM Lintas Kampus ini terbagi menjadi tiga tim yang masing-masing melibatkan 5 universitas. Salah satu tim mengadakan workshop yang mengusung tema “Kampanye Anti Tembakau di Kalangan Remaja”.
Baca Juga : Dukung Program Pemerintah, Indosat Ooredoo Beri Bantuan Kuota Internet PJJ Tahap II
Perguruan Tinggi yang terlibat antara lain, LSPR, UNPAD, Universitas Moestopo Beragama, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Udayana, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Islam Bandung, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Indonesia, dan lainnya.
Ide Kreatif Melawan Tembakau
Workshop yang diadakan pada (20/03/2021) ini diikuti oleh 97 mahasiswa dari berbagai universitas dan menghadirkan Dr.Eni Maryani sebagai narasumber dalam tema “Memahami Bahaya Rokok dan Menolak Menjadi Target” sebagai pembekalan kepada mahasiswa tentang isu rokok.
Untuk materi penggunaan media kampaye Dr.Ira Mirawati seorang akademisi yang juga influencer berbicara tentang “Positivity Vibes Media Sosial”, sementara Kadek Dristiana Dwivayani, M.Med.Kom memberikan materi “Make Over Your Creative Content”.
Melalui para pembicara dan materi yang disampaikan para mahasiswa diajak untuk memiliki ide-ide kreatif dan terlibat dalam aksi kampanye anti tembakau untuk kalangan remaja.
Setelah workshop mereka diminta memproduksi media kampanye dengan tagline “Kuy, Viralkan Keren Tanpa Rokok” yang juga akan dilombakan. Selain mendapat hadiah, media kampanye pemenang atau terpilih juga akan memiliki kesempatan digunakan oleh SEATCA sebagai perangkat kampanye mereka.
Baca Juga : Aplikasi SwayFluence Cara Baru Menemukan Influencer Berkualitas Tanpa Ribet
Dr.Eni Maryani, Ketua Pelaksana menyatakan, workshop ini selain memberikan pemahaman tentang bahaya rokok, diharapkan juga dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan kampanye dengan mengembangkan ide-ide kreatif dalam berbagai media platform digital, seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan Podcast. [*]
- Penulis : Wahyuningsih
- Editor : Fatkhurrohim