YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Indonesia memiliki beragam kopi berkualitas dengan karakter rasa yang kuat. Namun, cita rasa bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan daya saing kopi Indonesia di pasar global. Konsistensi mutu, pasokan, dan profil rasa antarmusim menjadi tantangan yang semakin penting bagi industri.
Persoalan tersebut mengemuka dalam Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) bertajuk “Buy Better, Winning at Coffee Supply” yang digelar dalam rangkaian Jogja Coffee Week 2026, Sabtu (5/9/2026), di Yogyakarta.
Baca Juga : Konsistensi Kopi Indonesia Jadi Taruhan Pasar Ekspor Global
Forum tersebut menyoroti kesenjangan antara potensi produksi kopi Indonesia dan kebutuhan buyer internasional yang menginginkan kepastian kualitas, terutama dalam kontrak jangka panjang.

Kekhawatiran buyer bukan semata mengenai cita rasa kopi Indonesia, melainkan kemampuan industri mempertahankan karakter kopi dari satu musim panen ke musim berikutnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsistensi merupakan persoalan rantai pasok dari hulu hingga hilir, bukan hanya tanggung jawab petani atau pengolah green bean.
Pendidikan dan penyamaan pemahaman antarpelaku menjadi salah satu titik penting. Petani, roaster, barista, pemerintah, dan pelaku industri perlu memiliki pemahaman yang sejalan mengenai standar mutu, proses pascapanen, produktivitas, serta kebutuhan pasar ekspor.
Tantangan tersebut semakin kompleks akibat perubahan pola cuaca. Fenomena La Nina dan El Nino dapat memengaruhi perkembangan buah kopi dan berpotensi mengubah karakter rasa. Karena itu, upaya menjaga konsistensi perlu dimulai sejak budidaya di tingkat kebun.

Pada tahap pascapanen, praktik sederhana juga berpengaruh terhadap mutu. Pengeringan dengan memisahkan kopi dari tanah serta perlindungan dari hujan dapat membantu mengurangi risiko penurunan kualitas tanpa membutuhkan investasi besar.
Baca Juga : Tahun Ini Jogja Coffee Week Perkuat Ekosistem Kopi Lewat Bisnis dan Lelang
Teknologi turut membuka peluang efisiensi pengendalian mutu. Dalam forum disebutkan, proses pemeriksaan kopi yang sebelumnya membutuhkan waktu dua minggu hingga satu bulan kini dapat dipangkas menjadi sekitar satu hari untuk pemeriksaan satu hingga dua kontainer.
Persoalan utama kopi Indonesia dengan demikian bukan kekurangan produk berkualitas, melainkan membangun sistem yang mampu menghasilkan kualitas secara konsisten dan memberikan kepastian kepada buyer global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Wartamedia Network WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6hTttLSmbSBkhohb1J Pastikan kalian sudah install aplikasi WhatsApp ya.
- Editor : Fatkhurrohim











