Latif mengatakan, masyarakat jangan mudah tersulut dan bereaksi ketika ada sesuatu yang viral. Agar menjadi warga net yang sopan, masyarakat harus paham tipe media sosial, harus memiliki pelindung anti hoax dan beretika saat berinteraksi.
Jika dilihat dari faktor sosial Sosiolog Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menjelaskan, ada budaya digital yang kini menjangkiti masyarakat sebuah budaya baru yang bertolak belakang dengan budaya yang selama ini ada di kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Transformasi Digital dan Culture Mengantarkan BRI Raih 7 Penghargaan dalam Sepekan
Karakteristik masyarakat di era digital, mereka muda namun bangkrut. Sebab, kita hidup di era di mana attention culture menjadi budaya masyarakat, semua orang mencari perhatian. Akibatnya banyak yang iri melihat ada orang liburan dan lainnya.
“Akibatnya, mereka menjadi tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik, yang terjadi generasi muda tapi sudah banyak terlilit hutang dan sebagainya demi memenuhi gaya hidup,” jelasnya. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Batik Danar Hadi meluncurkan koleksi terbaru bertajuk “Sekar Setaman” pada 6 Februari 2026 sebagai wujud komitmen melestarikan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Webtoon Indonesia meluncurkan program “Ramadhan Penuh Rasa di Webtoon” pada (18/2/2026), untuk menghadirkan konten dan aktivitas interaktif… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — ManageEngine, unit bisnis dari Zoho Corporation, meluncurkan teknologi kecerdasan buatan terbaru pada platform pemantauan digital Site24x7, Rabu… Read More
BOGOR, WARTAEVENT.com — Luxcamp Bukit Damar Puncak by Horison resmi dibuka oleh PT MGM Horison Hotels Group pada Selasa, (17/2/2026),… Read More
YOGYAKARTA, WARTAEVENT.com — Loman Park Hotel Yogyakarta menghadirkan program spiritual “Cahaya Al-Aqsa” pada Kamis, (19/2/2026) di area lobby hotel dengan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Aston Kemayoran City Hotel memperkenalkan konsep Pasar Nusantara Ramadan melalui Ramadhan Preview Night di Silangit Restaurant, Jakarta… Read More
Leave a Comment