wartaevent.com – Pandeglang. Dalam upaya mengembalikan geliat pariwisata di pesisir Selat Sunda pasca tsunami pada 22 Desember 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Banten menggelar event Banten Travel Exchange (BTX) yang didukung oleh Kementerian Pariwisata ASTINDO, ASITA, PHRI serta media pada tanggal 31 Maret – 1 April 2019, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Upaya BTX ini sebagai tindak lanjut dari tren yang positif bagi kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung. Selama Januari hingga Maret 2019 tercatat telah ada beberapa korporasi, asosiasi dan komunitas yang telah melakukan gathering di kawasan Tanjung Lesung.
Baca Juga : Kemenpar Siapkan Rencana Percepat Recovery Pariwisata Selat Sunda
Poernomo Siswoprasetijo, Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung, mengungkapkan, bahwa pihaknya menyambut baik dukungan pemerintah pusat akan acara seperti ini. Karena pariwisata memang membutuhkan dukungan semua pihak mulai dari pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas dan media. Melalui acara tersebut, semua berkumpul di sini.
Dalam kesempatan tersebut Purnomo pun menambahkan, akan segera dibangun hotel baru, airstrip, dan dermaga buat kapal yacht yang semuanya dalam tahap perhitungan. Lalu renovasi dan rebranding Beach Club disertai dengan penambahan fasilitas lain dan atraksi baru untuk wisatawan.
“Kami juga ingin mengundang investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk bersama-sama membangun KEK Tanjung Lesung menjadi ‘Nusa Dua’-nya Banten,” ajak Poernomo yang juga sebagai CEO dari PATA Indonesia Chapter.
Untuk itu, Kata Poernomo, PT BWJ terus melakukan penambahan fasilitas serta renovasi dan rebranding. Mulai dari pembangunan Workcation Cabin, sebuah konsep tempat tinggal dimana wisatawan bisa bekerja sambil berwisata yang dinamai Kinarya, yang dalam Bahasa Sansekerta berarti kreasi karya.
Baca Juga : Ini Strategi Kemenpar Untuk Selat Sunda Bangkit
Pada sisi lain, PT BWJ pun melakukan renovasi dan juga rebranding beberapa fasilitas lainnya seperti dari Beach Club menjadi Lalassa Tanjung Lesung New Beach Club. Lalassa sendiri berarti ‘Cinta’ dalam Bahasa Sansekerta. Fasilitas baru ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, pada hari Senin, (02/04/2019) lalu.
Diharapkan seluruh upaya tersebut yang disertai dengan dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah, dapat mendatangkan wisatawan baik lokal maupun asing yang akan membangkitkan perekonomian di sekitar KEK Tanjung Lesung pada khususnya dan di Panimbang serta Pandelgang pada umumnya. [*]
MAKASSAR, WARTAEVENT.com — Extrajoss Ultimate kembali memperluas pendekatan lifestyle marketing dengan menghadirkan “Extrajoss Ultimate Takeover Makassar” di kawasan Jalan Jend.… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Tren personal color analysis semakin mendapat tempat di kalangan urban, terutama generasi muda yang menjadikan warna sebagai… Read More
SURABAYA, WARTAEVENT.com – Kota Surabaya kembali dipilih sebagai kota pembuka rangkaian roadshow nasional Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Pameran kopi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Archipelago Hotels memperluas ekspansi bisnisnya di Sumatra dengan membuka fave+ hotel Lampung, pertengahan Mei 2026. Kehadiran hotel… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri automated retail di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan agresif seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kepraktisan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren makanan cepat saji dengan harga terjangkau semakin menjadi perhatian di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat urban.… Read More
Leave a Comment