News

Diskusi Terbuka Nusa Putra University Sukabumi Bersama ICWA Tentang ASEAN

Semenjak Januari 2025 sampai sekarang ICWA telah aktif dalam berbagai kegiatan dan pencerahan mengenai polugri dan hubungan internasional. Antara lain: tukar pandangan dengan para diplomat yunior India di Kedutaan India di Jakarta (23 Juni 2025), diskusi dengan pemerintah Fiji dan Delegasi negara-negara Kepulauan Pasifik (25 April 2025) dan dengan Pemerintah Selandia Baru (10 Oktober 1015).

Bagas mengutip kata-kata Menlu Sugiono saat pengukuhan kepengurusan ICWA 16 Januari 2025: ”Keberadaan ICWA saya anggap merupakan sebuah perkuatan bagi Kementerian Luar Negeri. Karena biar bagaimanapun juga sejarah pengabdian Bapak-bapak dan Ibu-ibu di dunia diplomasi, kemudian jejaring yang Bapak dan Ibu miliki selama menjalankan tugas maupun setelah menjalankan tugas aktifnya di Kementerian Luar Negeri merupakan sebuah modal yang begitu besar dalam rangka meningkatkan dan mempererat hubungan diplomasi Indonesia baik secara bilateral maupun pada fora multilateral. Dan ini merupakan sesuatu yang membesarkan hati bahwa jaringan dan interaksi kerja sama ini yang telah berjalan demikian hangat dan akrab dapat kita teruskan … dapat kita tingkatkan!

ASEAN yang Bertumpu pada Kekuatan Rakyat

Dalam diskusi yang dipandu moderator Dr. Sarita Nandmehar, Dubes Bagas menjelaskan tentang transformasi ASEAN ini di dunia yang dinamis. Selain itu juga dijelaskan tentang dinamika kawasan dan keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023.

”ASEAN memiliki sejarah panjang dalam mencapai kebersamaannya. Dimulai dari perang Indo-Cina, konflik lintas batas, masalah Laut Tiongkok Selatan (LTS), masalah bencana kemanusiaan seperti Tsunami, Covid-19, problem Myanmar sampai gagasan ASEAN Outlook on Indo-Pacific,” ujar Bagas.

Baca Juga : Forum Diskusi ICWA Membahas Situasi Terkini dan Masa Depan Kawasan Pasifik

Dijelaskan oleh Bagas mengapa para pemimpin negara-negara Asia Tenggara mempunyai kesamaan pandangan sama tentang organisasi ASEAN? Menurut mantan Deputi Sekjen ASEAN ini, pertama: adalah kondisi politik global dan regional, kedua:  kesamaan akar budaya, socio-anthropological, ketiga: kegagalan organisasi regional sebelumnya, dan terakhir, keempat: konflik intra & interstate. Untuk itu jawabannya hanya satu yaitu perlunya integrasi regional.

Ditambahkan juga bahwa bahwa ASEAN telah menciptakan ekosistem perdamaian yang mendukung terciptanya kesejahteraan negara-negara anggota ASEAN dan ini diakui oleh dunia internasional.

Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 yang lalu telah berhasil menyepakati berbagai keputusan di rangkaian KTT ke-42 di Labuan Bajo, serta KTT ke-43 ASEAN dan KTT terkait lainnya di Jakarta. Rangkaian pertemuan dihadiri oleh 22 (dua puluh dua) negara dan 9 (sembilan) organisasi regional/internasional. Di bidang bisnis, ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) dihadiri oleh 2.500 peserta, 96 pembicara, dan 16 perusahaan. Capaian Indonesia termuat dalam 90 outcome documents didasari empat pilar Keketuaan.

Baca Juga : ICWA Menyelenggarakan Diskusi Tentang Kedekatan Indonesia dengan Pasifik

Bagas Hapsoro menjelaskan bahwa organisasi regional ini memiliki mekanisme dan jenjang yang panjang dimana semua pemimpin dari level daerah sampai nasional dilibatkan dalam pengambilan keputusannya.

Sambutan Dosen dan Mahasiswa NPU 

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, terlihat para dosen dan mahasiswa Unihaz memberikan pandangan yang bervariasi tentang isu-isu aktual dan menambah bobot diskusi.

Prof. Williams Dunu dari Nigeria yang merupakan salah seorang dosen di UPN menyatakan bahwa beragamnya bidang tugas yang ditangani diplomat membuat spektrum pengalaman dan pengetahuan seseorang diplomat menjadi luas: mulai dari politik, ekonomi sampai perlindungan. 

Williams Dunu mengharapkan agar ICWA dan pihak akademisi terus menyuarakan tentang pengetahuan hubungan internasional khususnya organisasi regional dan ini tidak saja akan meningkatkan social awareness  tetapi juga mempererat hubungan diplomasi Indonesia dengan negara anggotaASEAN lainnya.

Page: 1 2 3

Fatkhurrohim

Leave a Comment

Recent Posts

Pameran Foto Jakarta Global Rekam Denyut Kota Lewat Lensa Komunitas

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Perjalanan sebuah kota tak hanya dapat dibaca melalui gedung pencakar langit atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari… Read More

5 days ago

Dubes Dino : Perubahan Iklim Harus Jadi Prioritas Utama Dunia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dubes Dino Patti Djalal menegaskan perubahan iklim harus jadi prioritas… Read More

7 days ago

ARTOTEL Bekasi Hadirkan Pameran “Melahirkan Teman” Karya Aprilia El Shinta

BEKASI, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi menghadirkan pameran tunggal bertajuk "Melahirkan Teman" karya seniman muda Aprilia El… Read More

1 week ago

Business Event Jadi Pilar Baru Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri business event semakin diposisikan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia. Pemerintah bersama pelaku… Read More

1 week ago

IBEM 2026 Bidik Indonesia Jadi Hub MICE Regional Lewat Hosted Buyers

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Industri Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) Indonesia mulai mengubah strategi promosi pasar internasional melalui Indonesia Business… Read More

1 week ago

Pupuk Hayati Dinosaurus Tawarkan Solusi Degradasi Tanah di INAGRITECH 2026

JAKARTA, WARTAEVENT.com – PT Pramudita Darya Parma memperkenalkan Pupuk Hayati Dinosaurus sebagai solusi berbasis bioteknologi untuk mengatasi degradasi lahan pertanian… Read More

1 week ago