Struktur ikonis dari hotel ini telah dipertahankan sepanjang renovasi yang mengambil masa selama sembilan bulan. Hal ini mencegah emisi lebih dari 51,300 karbondioksida dalam proses konstruksi.
Ini artinya, setara dengan menebang 8.7 juta pohon atau menghancurkan satu daerah dengan luas yang melampaui seluruh cagar alam di Singapura.
Baca Juga : Di Konvensi Eco Forum Global, China Tegaskan Telah Menuju Peradaban Ekologi
Urban Farm yang terdapat di hotel ini, dapat menamam lebih dari 60 jenis buah-buahan, sayur-sayuran, herbal, dan bunga yang dapat dimakan. Urban Farm ini pun menjadi dasar dari konsep farm-to-table di berbagai restoran, bar, dan spa di hotel tersebut.
Skyline di hotel ini terdiri dari berbagai fasilitas, termasuk Collection Club Lounge, Skyline Bar, The Green Space—ruang terbuka multifungsi yang menghadap garis langit kota Singapura dan Marina Bay. [*]
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Lebih dari 500 mahasiswa Semester enam Fakultas Komunikasi LSPR Institute of Communication and Business memamerkan berbagai proyek… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru. Tantangan perusahaan kini bukan lagi sekadar mengadopsi kecerdasan buatan (AI),… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak dan Gas Bumi, Umum dan Aneka Industri (FSP KEP KSPI)… Read More
BEKASI, WARTAEVENT.com – Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication and Business menggelar puncak program SAPA Lansia… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com – Tren kuliner Jepang yang terus berkembang di Indonesia mendorong industri perhotelan menghadirkan pengalaman bersantap bertema Negeri Sakura.… Read More
KARANGANYAR, WARTAEVENNT.com – Kabupaten Karanganyar memiliki hampir semua modal untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Dari kawasan lereng… Read More
Leave a Comment