Event

Indonesia International Outdoor Festival Bidik Market Milenial dan Newbie Adventure

wartaevent.com – Jakarta. Tak mudah meyakinkan pelaku industri outdoor gear dan adventure travel di Indonesia untuk mengikuti pameran. Sampai saat ini, banyak industri outdoor yang masih menggunakan kalkulator dagang ketika mengikuti sebuah pameran.

“Ketika pertama kali menyelenggarakan Outdoor Festival (Outfest) pada 2015, banyak pelaku industri outdoor yang masih menerapkan manajemen rumahan. Hampir 90 persen belum memiliki tatanan sistem dan SOP mengikuti festival mau pun pameran. Sampai saat ini kondisi seperti itu masih dirasakan,” papar TJ Anggara, Founder Indonesia International Outdoor Festival (IIOutfest).

Baca Juga : Tiga Ranu Penuh Pesona di Kaki Gunung Semeru

Sebagian besar, tutur Anggara, peserta pameran masih menggunakan kalkulator dagang yang berhitung untung dari selisih penjualan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pameran. “Itu sebabnya, tim IIOutfest yang sebagian besar merupakan pelaku dan penghobi kegiatan outdoor, tak bosan menyampaikan tahapan yang harus dilakukan agar sukses mengikuti sebuah pameran,” katanya.

Menurut Anggara, ada tiga tahapan yang harus dilalui, yakni persiapan, pelaksanaan, dan setelah pameran. Pada tahap persiapan para penggiat outdoor yang masuk dalam industri harus mulai mengalokasikan anggaran pameran dari biaya promosi. Pelaku usaha juga sudah harus memilih branding dan bentuk stand pameran, atau menentukan goal dari sebuah festival seperti Indonesia Outfest.

Tahap pelaksanaan menjadi momen penting, di mana exhibitor bisa menentukan tindak lanjut dari seluruh pengunjung stand yang hadir, apakah akan menjadi potensial buyer? Retail buyer? Atau prospek bisnis lainnya.

Selanjutnya, peserta pameran harus bisa melakukan follow up kepada para calon potensial buyer, apakah ada meeting lanjutan mengenai prospek bisnis pada saat pameran atau mulai mengukur brand awareness setelah mengikuti sebuah pameran.

Baca Juga : Pemerintah Kabupaten Lumajang Tawarkan Wisata Jelajah Ranu

“Proses panjang ini rasanya akan terus kami suarakan dalam pelaksanaan Indonesia Outfest yang telah bertranformasi nama menjadi Indonesia International Outdoor Festival (IIOutfest). Tahun ini IIOutfest memasuki puncak ke-3 (3rd Summit ) setelah 5 tahun pelaksanaannya pada 1- 4 Agustus 2019 di Lapangan Aldiron Pancoran Jakarta,” terang Anggara.

Sebagai penyelenggara, Anggara berkomitmen menyajikan hal-hal baru, sehingga mampu menciptakan target pasar baru dari kalangan milenial dan newbie di bidang Outdoor Adventure. IIOutfest menargetkan potensi transaksi Rp50 miliar dalam empat hari, dan untuk pengunjung tahun ini ditargetkan mencapai 80.000 orang.

Jumlah pengunjung menjadi peluang bagi semua pihak yang memiliki kepentingan untuk mempromosikan brand dan produknya dengan mengambil bagian baik sebagai exhibitor, sponsor, strategic partner atau media partner .

“Kami berharap seluruh exhibitor mulai memperhatikan tahapan strategi promosi, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pasca acara, sehingga bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar dan berjangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga :  Segi Tiga Emas Ranu di Kaki Gunung Lemongan

IIOutfest merupakan metamorfosa dari event Outfest yang dilaksanakan pertama kalinya tahun 2015 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Anggara berkisah, event itu tercipta awal September 2014 saat berdikusi dengan penggiat petualangan Ronie Ibrahim yang berkeinginan kuat menjadikan wisata petualangan menjadi kebanggaan Indonesia.

Diskusi kecil itu mengerucut menjadi keinginan untuk menciptakan pasar dan memperkenalkan wisata petualangan kepada masyarakat luas melalui sebuah event. “Sejujurnya, rasa pesimistis saya muncul selama dikusi, karena menurut saya, industri ini lebih kecil dari niche market, dengan populasi peminat yang mungkin bisa dibilang minim atau tidak terlihat sama sekali,” pungkas Anggara. [*]