Travel

Kemenpar Manfaatkan AI Hadapi Perubahan Perilaku Wisatawan Digital

Algoritma dan Perebutan Perhatian Wisatawan

Perubahan tidak hanya terjadi di level pemerintah, tetapi juga pada cara informasi bekerja di ruang digital.

Menurut Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media, Apni Jaya Putra, masyarakat kini hidup dalam ekosistem yang dikendalikan oleh big data dan algoritma.

Setiap aktivitas digital, mulai dari pencarian hingga interaksi media sosial, diproses untuk membentuk profil pengguna. “Profil inilah yang kemudian menentukan konten apa yang muncul di layar mereka,” kata Apni dalam diskusi Ngoprek.

Baca Juga : South West Australia Tawarkan Wisata Imersif Favorit 2026

Dalam konteks pariwisata, kondisi ini membuat wisatawan tidak lagi sepenuhnya “memilih”, tetapi diarahkan oleh sistem rekomendasi yang dikuasai platform global seperti Google, Meta, dan TikTok.

“Mereka menentukan destinasi apa yang terlihat, paket wisata apa yang direkomendasikan, hingga narasi mana yang paling dominan di ruang digital,” lanjut Apni

Karena itu, tantangan komunikasi pariwisata saat ini bukan hanya soal menciptakan konten yang menarik. Tantangan sesungguhnya adalah membangun kepercayaan di tengah banjir informasi.

Apni menyebut, ketika informasi tersedia dalam jumlah nyaris tak terbatas, publik tidak hanya mencari rekomendasi, tetapi juga sumber yang dapat dipercaya. Di sinilah manusia kembali menjadi faktor penentu. Kecerdasan buatan mampu mengumpulkan data, memproses informasi, dan menghasilkan rekomendasi dengan kecepatan yang mustahil dilakukan manusia.

Baca Juga : Kampoeng Awan: Tempat Liburan Selow Adventure Tanpa Drama

“Yang lebih penting adalah memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan menggantikannya,” tegas Apni.

Narasi, Bukan Sekadar Teknologi

Di tengah dominasi algoritma, Brand Strategist & Founder Konner Advisory Silih Agung Wasesa  menilai bahwa teknologi tidak akan pernah cukup tanpa narasi yang kuat.

Ia mencontohkan keberhasilan Malaysia dalam wisata kesehatan yang berhasil menarik wisatawan Indonesia bukan karena promosi besar-besaran, melainkan karena mereka memahami kecemasan mendasar pasien: ketidakjelasan biaya dan pengalaman layanan.

Page: 1 2 3

redaksi wartaevent

Leave a Comment

Recent Posts

Aston Kemayoran Hadirkan Paket Menginap Praktis, GO EXPO STAY

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Meningkatnya aktivitas pameran, konferensi, dan agenda bisnis di JIEXPO Kemayoran mendorong kebutuhan akomodasi yang tidak hanya nyaman,… Read More

3 days ago

BATIQA Perluas Jaringan Hotel Lewat Proyek Baru di Lampung

LAMPUNG, WARTAEVENT.com – PT BATIQA Hotel Management, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), memperluas jaringan bisnisnya di Pulau… Read More

3 days ago

Mahasiswa LSPR Dorong Kesadaran Lingkungan Pesisir Lewat Perahu Kite

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Mahasiswa LSPR Institute of Communication & Business melalui program Jangkar Asa menghadirkan inisiatif pemberdayaan masyarakat bertajuk “Perahu… Read More

4 days ago

Kemenkes Perkuat Kemitraan Pendidikan Kesehatan Bersama Korea Selatan

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan seminar… Read More

4 days ago

InJourney Hospitality Perkuat Sinergi Pengelolaan Meruorah Labuan Bajo

LABUAN BAJO, WARTAEVENT.com – InJourney Hospitality bersama PT Indonesia Ferry Property (IFPRO) memperkuat sinergi pengelolaan Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo… Read More

5 days ago

Bidik Pengunjung Jakarta Fair, Aston Kemayoran Tawarkan Paket Menginap

JAKARTA, WARTAEVENT.com – Menjelang gelaran Jakarta Fair 2026 di kawasan JIEXPO Kemayoran, Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan program “Jakarta Fair… Read More

6 days ago