Ia juga menjelaskan, HAKI adalah segala yang dihasilkan dan menjadi sebuah karya. Termasuk dalam mengunggah konten di media digital, setiap konten itu mengandung hak atas kekayaan intelektual oleh penciptanya.
Ia menyebutkan, ada beberapa jenis ciptaan yang dilindungi di antaranya: hak cipta yang meliputi hak atas ilmu pengetahuan, seni, dan sastra; hak paten atau hak atas teknologi produk atau segala proses yang mempunyai fungsi atau solusi teknis; hak merek diberikan sebagai tanda atau nama merek dagang/jasa; hak atas desain industri meliputi produk yang mempunyai nilai estetis bak dua atau tiga dimensi; rahasia dagang yakni informasi di bidang teknologi dan atau teknis yang bernilai ekonomis dan dijaga kerahasiaannya, dan sebagainya.
“Dengan mengetahui setiap karya cipta itu dilindungi, diharapkan dalam bermedia digital kita paham untuk tidak melanggarnya,” ucapnya.
Ia mengharapkan, pengguna media digital untuk tidak melanggar hak cipta. Sebab, di dunia digital, sebenarnya terdapat situs yang menyediakan konten gratis yang bebas lisensi. “Berhati-hati dalam mengunggah konten, termasuk ketika mengunggah foto orang lain tanpa meminta izin orang yang menjadi objek foto tersebut. Hal itu termasuk melanggar hak orang lain karena rawan terjadi perundungan siber,” imbuhnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (03/12/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Warahatsangka (Marketing & Sales Manager at PT Air Raya Indonesia), Koe Kenny (Head of Sukses Polindo Mandiri), dan Laura Nafisa Ariani (Travel Influencer) sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. [*]
Page: 1 2
JAKARTA, WARTAEVENT.com – ARTOTEL Harmoni Jakarta meluncurkan kolaborasi kuliner bertajuk “A Rebellious Hunger” bersama Burgreens dan Green Rebel untuk menghadirkan… Read More
KUALA LUMPUR, WARTAEVENT.com – MATTA Fair 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, 3-5 April 2026 menjadi… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — Talenta muda Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tak hanya membanggakan nama sekolahnya tempat mereka… Read More
TANGERANG, WARTAEVENT.com — Tren kerja fleksibel kembali menguat setelah pemerintah menetapkan kebijakan Work from Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Neegara… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — House of Tugu Jakarta menghadirkan pengalaman Paskah bertajuk Springtime Easter Feast, menggabungkan sajian kuliner, suasana intim, dan… Read More
JAKARTA, WARTAEVENT.com — DANA Indonesia bersama Ant International Foundation kembali menghadirkan program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026, inisiatif pemberdayaan UMKM perempuan… Read More
Leave a Comment