Event

Menjaring Wisatawan Danau Toba di Kota Pahlawan

Warta Event – Surabaya. Kota Surabaya, Jawa Timur, dijadikan lokasi setrategis untuk mendatangkan wisatawan ke Danau Toba, Sumatera Utara, dalam bentuk seminar dan misi penjualan khusus paket wisata, pada tanggal 14-16 September 2018 di Ciputra World Hotel, Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Tata Syafaat Ridwanullah, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam seminar “Strategi Baru Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba” pada hari Sabtu, (15/09/2018) kemarin, menjelaskan, aksesbilitas, amenitas dan atraksi (3A) menjadi strategi baru mendatangkan wisatawan ke Danau Toba.

Dari sisi aksesibiltas, pemerintah berupaya membuka akses baru melalui Bandara Sibisa. Pengembangan penerbangan langsung internasional pun sedang dilakukan khususnya untuk negara-negara di regional ASEAN. Saat ini International Direct Flight menuju Danau Toba yang telah tersedia melalui Bandara Silangit melayani penerbangan dari Bandara Subang dan KLIA 2, Kuala Lumpur, Malaysia.

Upaya lain menyambut wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba, sejumlah atraksi baru yaitu waterpark terbesar di Indonesia di Parapat. “Untuk wisata man-made, kami belajar dari konsep Jatim Park di Kota Batu, Jatim, untuk dapat diterapkan dan dimplementasikan di Kawasan Danau Toba. Harapannya, akan banyak pilihan bagi wisatawan dari berbagai usia untuk menikmati atraksi di Danau Toba,” jelas Tata.

Untuk amenitas, saat ini sudah ada beberapa hotel berbintang baru yang mulai dibangun di sekitar Bandara Silangit. Selain itu, pengembangan homestay di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan juga telah dilakukan sebagai pilihan akomodasi bagi wisatawan.

Dengan pengembangan di berbagai sektor, Tata, mengharapkan para penggiat dan investor dapat melihat peluang investasi di Danau Toba. “Saya harapkan seluruh stakeholder bisa turut serta dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Di luar ruang seminar, antusiasme buyer terlihat cukup besar dalam misi penjualan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba di selama tiga hari penyelenggara event. Beberapa stakeholders seperti Dinas Pariwisata Sumetra Utara, ASITA, dan PHRI saling berkompetisi memberikan harga terbaiknya.

Masruroh, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional 1, menjelaskan, Kota Surabaya menjadi Kota kedua setelah Yogyakarta dalam misi penjualan paket wisata Danau Toba tahun ini.

Antusiasme cukup besar terhadap destinasi Danau Toba tampak dari sesi table top yang dilakukan pada Jumat (14/09/2018) lalu. Kegiatan yang mendatangkan buyers dari Surabaya sebanyak 60 orang dan 30 sellers dari Sumatera Utara ini menunjukan potensial transaksi yang diperoleh sebanyak 13.100 pax seharga Rp9.150.000.000 dan real transaksi sebesar 20 pax seharga Rp17.500.000. [Fatkhurrohim]